Bakar 2 Rakit Ilegal di Danau Kebun Nopi, Tindakan nyata Polsek Kuantan Mudik Diapresiasi Mahasiswa

Bakar 2 Rakit Ilegal di Danau Kebun Nopi, Tindakan nyata Polsek Kuantan Mudik Diapresiasi Mahasiswa

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang nekat beroperasi di jantung venue dayung kebanggaan Kuansing akhirnya ditindak.

Tim dari Polsek Kuantan Mudik berhasil menemukan dua unit rakit dompeng ilegal yang merusak danau langsung dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi. Selasa (20/10/2026).

Penindakan tegas ini berawal dari laporan resah warga. Tak main-main, warga menyebut ada enam unit rakit PETI yang beroperasi siang-malam tanpa takut. Limbahnya mengalir langsung ke Danau Kebun Nopi.

Padahal danau itu adalah venue dayung resmi milik Pemkab Kuantan Singingi. Akibat ulah penambang ilegal, air danau yang seharusnya jernih kini berubah menjadi coklat keruh dan berlumpur.

Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan berbahaya bagi atlet dayung yang berlatih, berpotensi memicu gatal-gatal dan masalah kulit serius.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Satreskrim Polsek Kuantan Mudik menyisir lokasi. Tak berselang lama, Dua dari enam rakit yang dilaporkan berhasil ditemukan. Kedua rakit ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi, namun diketahui milik warga berinisial Y dan L.

"Iya, baru hari ini bisa kita laksanakan penindakan. Mulai dari siang tadi sampai sore," tegas Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa, SH., MH saat dikonfirmasi Ranahriau.com via WhatsApp.

Sayangnya, dalam operasi tersebut tidak ada pelaku maupun pemodal yang berhasil diamankan karena lokasi sudah kosong saat petugas tiba. Namun agar memberi efek jera, seluruh peralatan tambang langsung dimusnahkan di tempat.

Langkah tegas Polsek Kuantan Mudik ini menuai apresiasi. Salah satunya datang dari Ikbal, mahasiswa Fakultas Hukum yang sebelumnya vokal mendesak polisi bertindak.

"Kita menyampaikan apresiasi kepada Polsek Kuantan Mudik di bawah komando AKP Anra Nosa, yang telah berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dari aktivitas tambang ilegal, terutama di wilayah hukumnya," ujar Ikbal.

Ia berharap penindakan ini bukan sekadar formalitas belaka. Aparat diminta tidak berhenti hanya memusnahkan alat, tapi mengusut tuntas hingga ke pemain lapangan dan pemodal di balik layar.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :