Dinkes Kampar Terbaik Evaluasi Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026

Dinkes Kampar Terbaik Evaluasi Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026

BANGKINANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menggelar Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelaksanaan CKG melalui evaluasi capaian, peningkatan kualitas pelayanan, pemutakhiran data sasaran, serta penguatan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Pertemuan yang digelar di Hotel Furaya Pekanbaru ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at, M.H. Kes., Kepala Bidang Kesprimkom Poppy Rahmadini, SKM., M.Si., serta Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab (PJ) Program CKG dari 32 Puskesmas se-Kabupaten Kampar, Tim Kerja Tatakelola Pelayanan Kesehatan Primer (TakelPKP), dan Tim Kerja Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinkes Kampar.

Dalam arahannya, dr. Zulhendra menyampaikan bahwa Kabupaten Kampar saat ini mencatat capaian pelaksanaan CKG peringkat pertama se-Provinsi Riau.

"Capaian ini menjadi gambaran atas komitmen dan kerja bersama seluruh jajaran dalam mendorong pelaksanaan program CKG agar dapat menjangkau masyarakat secara luas. Namun capaian tersebut perlu terus diiringi dengan peningkatan kualitas pelaksanaan program," ujar dr. Zulhendra.

Ia menegaskan, evaluasi CKG diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, tidak hanya dari sisi cakupan, tetapi juga kualitas pemeriksaan, ketepatan pencatatan dan pelaporan, serta kesinambungan tindak lanjut bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

CKG merupakan upaya deteksi dini faktor risiko dan penyakit pada masyarakat. Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut pelayanan sesuai kebutuhan.

461.911 Warga Telah Diperiksa, Naik 5 Persen Dalam 15 Hari

Kabid Kesprimkom Poppy Rahmadini memaparkan, hingga 20 September 2026, sebanyak 461.911 orang telah mendapatkan pelayanan CKG di Kabupaten Kampar. Capaian tersebut mencapai 50 persen dari total sasaran setelah pemutakhiran data.

Rekap evaluasi mencatat tren positif, capaian Kampar meningkat dari 45 persen pada 5 September menjadi 50 persen pada 20 September 2026.

Berdasarkan data Pusdatin, capaian per kelompok sasaran menunjukkan usia sekolah mencapai 74 persen, dewasa 50 persen, lansia 38 persen, balita dan anak prasekolah 25 persen, serta bayi baru lahir 17 persen.

Sementara itu, capaian antar kelompok sasaran masih beragam dan menjadi perhatian untuk meningkatkan cakupan pelayanan secara lebih merata.

Dalam pelaksanaan CKG, masih terdapat aspek yang perlu diperkuat, antara lain sosialisasi dan pemanfaatan aplikasi, kesinambungan input data, integrasi informasi dari berbagai sistem pencatatan dan pelaporan, kebutuhan BMHP, koordinasi lintas sektor, serta integrasi berbagai program kesehatan.

Tindak Lanjut: Otomasi Data Hingga Tracing TB

Sebagai tindak lanjut, Dinkes Kampar menyiapkan langkah perbaikan berupa percepatan input data melalui otomasi, validasi dan pembersihan data, verifikasi alat pemeriksaan, serta pemetaan penyakit berdasarkan hasil CKG.

Hasil CKG juga diarahkan untuk mendukung penemuan dan tracing tuberkulosis (TB). Data hasil skrining dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk mengidentifikasi masyarakat yang memiliki faktor risiko dan selanjutnya mendapatkan tindak lanjut.

Penguatan koordinasi dengan BPJS dan FKTP juga menjadi bagian dari upaya pengembangan pelaksanaan CKG, terutama dalam mendukung skrining dan kesinambungan pelayanan bagi masyarakat.

Melalui evaluasi ini, Dinkes Kampar terus mendorong Puskesmas untuk memperkuat cakupan sasaran, kualitas pemeriksaan, pemutakhiran data, ketepatan pencatatan dan pelaporan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Dengan penguatan tersebut, pelaksanaan CKG di Kabupaten Kampar diharapkan tidak hanya meningkatkan cakupan pemeriksaan, tetapi juga menghasilkan data kesehatan yang berkualitas sebagai dasar pemetaan masalah kesehatan dan penyusunan intervensi yang lebih tepat sasaran, serta berjalan semakin efektif, terukur, dan berkesinambungan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :