Fiskal Riau Tertekan, SF Hariyanto Janji Bantu PWI: Nanti Kita Carikan Jalannya

Fiskal Riau Tertekan, SF Hariyanto Janji Bantu PWI: Nanti Kita Carikan Jalannya

Foto: Ist

Fiskal Riau Tertekan, SF Hariyanto Tetap Buka Dukungan untuk PWI: HPN dan Porwanas Bakal Dibantu

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Tekanan fiskal yang melanda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berdampak pada pengetatan anggaran di berbagai sektor. Meski demikian, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memastikan dukungan terhadap kegiatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau tetap diupayakan, termasuk untuk menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada April 2027.

Komitmen tersebut disampaikan SF Hariyanto saat menerima kunjungan pengurus PWI Riau yang dipimpin Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar di ruang kerjanya, Senin (5/10). Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau.

Dalam pertemuan tersebut, SF Hariyanto memaparkan kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tekanan, sebagaimana dialami sejumlah provinsi lainnya. Sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas), Riau juga harus menyesuaikan belanja pemerintah menyusul pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.

Kondisi itu membuat Pemprov Riau harus menerapkan efisiensi di berbagai sektor, termasuk membatasi kegiatan seremonial yang dinilai dapat menguras anggaran.

" Tetapi kita harus tetap optimis, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dan untuk itu kita harus pandai-pandai mengelola anggaran. Seperti membatasi kegiatan-kegiatan seremonial yang bisa menguras anggaran," ujar SF Hariyanto.

Anggaran Terbatas, Dukungan untuk PWI Tetap Diupayakan

Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, PWI Riau menyampaikan rencana keikutsertaan dalam dua agenda nasional, yakni HPN dan Porwanas yang akan digelar bersamaan di Provinsi Lampung pada April 2027.

Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar mengatakan kedua agenda itu merupakan kegiatan penting bagi insan pers nasional. Namun, pelaksanaannya membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.

Karena itu, PWI Riau meminta arahan sekaligus dukungan Pemprov Riau agar pengurus dan atlet wartawan dari Bumi Lancang Kuning dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Karena ini adalah agenda nasional keluarga besar pers di tanah air dan merupakan simbol bagi kebebasan pers yang selama ini didukung penuh oleh pemerintah, kami meminta masukan dari bapak gubernur mengenai anggaran pak," kata Raja Isyam.

Menanggapi permintaan tersebut, SF Hariyanto menyatakan Pemprov Riau tetap berupaya membantu. Namun, besaran dukungan harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengharuskan pemerintah melakukan efisiensi.

"Kita siap bantu HPN dan Porwanas, tetapi dengan kondisi fiskal yang kita alami saat ini dan juga efisien di mana-mana, kita tidak bisa bantu seperti dulu-dulu lagi. Tapi tetap kita bantu. Nanti kita carikan jalannya," ujar SF Hariyanto.

Selain HPN dan Porwanas, Pemprov Riau juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Riau. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan di daerah.

Tiga Kabupaten Kesulitan Bayar BPJS Kesehatan

Dalam kesempatan yang sama, SF Hariyanto turut menyoroti persoalan pembiayaan layanan kesehatan masyarakat. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap tiga kabupaten di Riau yang disebut mengalami kesulitan membayar iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, persoalan anggaran tidak boleh sampai mengganggu akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Pemerintah daerah perlu mencari solusi agar pelayanan dasar tersebut tetap berjalan.

"Ini juga harus kita pikirkan, jangan sampai layanan kesehatan untuk masyarakat terganggu karena ketiadaan anggaran. Saya benar-benar prihatin, kepala daerahnya sudah angkat tangan. Dan ini harus kita atasi," kata SF.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan fiskal bukan hanya berdampak pada kegiatan pemerintahan dan organisasi, tetapi juga menjadi tantangan dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah dituntut menentukan prioritas belanja secara cermat agar kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama.

Gedung PWI Riau yang Rusak Akan Diperbaiki

Selain membahas dukungan kegiatan organisasi, PWI Riau juga menyampaikan kondisi gedung sekretariat yang dinilai memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kebocoran, bahkan terdapat plafon yang sudah terjatuh.

Menanggapi hal itu, SF Hariyanto menyatakan akan mengirimkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk meninjau bagian gedung yang mengalami kerusakan dan menentukan kebutuhan perbaikan.

"Gedung PWI itu dibangun masa saya Kadis PU. Nanti kita perbaiki mana-mana yang rusak. Saya kirim tim dari PU nanti," ungkapnya.

Rencana tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan antara Pemprov Riau dan pengurus PWI Riau, selain pembahasan dukungan untuk agenda nasional dan peningkatan kualitas wartawan.

PWI Riau Pilih Berangkat dengan Bus

Sementara itu, Raja Isyam menegaskan bahwa PWI Riau memahami kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami tekanan. Karena itu, pihaknya juga akan menyesuaikan pola keberangkatan dan jumlah peserta yang mengikuti HPN serta Porwanas di Lampung.

"Kita akan berangkat dengan bus. Dan membatasi pengurus dan atlet yang berangkat," ujar Raja Isyam.

Langkah tersebut menjadi bentuk penyesuaian PWI Riau terhadap kondisi fiskal daerah, sekaligus upaya agar keikutsertaan dalam agenda nasional tetap terlaksana dengan biaya yang lebih terkendali.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Isyam didampingi Sekretaris PWI Riau Doni Putra, Bendahara Anthony Hary, Wakil Sekretaris Jinto L. Gaol, dan Wakil Bendahara Luna Agustin.

Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari tekanan fiskal Pemprov Riau, dukungan terhadap kegiatan pers nasional, peningkatan kompetensi wartawan melalui UKW, hingga rencana perbaikan gedung PWI Riau.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :