Jokowi Makan Malam dengan Prabowo Saat MK Putus Perkara Gibran, PSI: Bahas Persoalan Bangsa
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Ada pertemuan tertutup di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, tepat ketika Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ayah Gibran, bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadi Prabowo pada Selasa (6/10/2026) malam.
Pertemuan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Waktunya bertepatan dengan agenda sidang MK yang membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan pertemuan tersebut. Menurutnya, Jokowi datang ke Kertanegara karena diundang langsung oleh Prabowo.
“Pak Prabowo mengundang Pak Jokowi ke Kertanegara,” kata Syarif, sebagaimana diberitakan iNews, Rabu (7/10/2026).
Syarif juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas putusan MK mengenai syarat pendidikan Gibran.
“Tidak ada pembahasan mengenai putusan MK terkait ijazah Mas Gibran,” ujarnya.
Makan Malam Berdua
Keterangan mengenai isi pertemuan juga datang dari Ketua Bidang Politik DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus.
Bestari membenarkan bahwa Prabowo dan Jokowi makan malam berdua di Kertanegara.
Menurut dia, pembicaraan kedua tokoh tersebut lebih banyak berkaitan dengan persoalan kebangsaan dan berbagai masalah negara.
“Ya betul, makan malam beliau berdua,” kata Bestari saat dikonfirmasi pada Rabu (7/10/2026).
Bestari menilai terlalu kecil apabila pertemuan tersebut hanya dikaitkan dengan persoalan ijazah Gibran.
Ia menyebut berbagai persoalan bangsa jauh lebih luas untuk menjadi bahan pembicaraan kedua tokoh tersebut.
“Saya kira Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu diskusinya masalah-masalah persoalan bangsa,” kata Bestari.
Namun, ketika ditanya apakah isu putusan MK sama sekali tidak muncul dalam percakapan, Bestari tidak menutup kemungkinan isu tersebut terselip dalam pembicaraan.
“Kalaupun ada mungkin itu terselip, tetapi bukan itu yang utama,” ujarnya.
Waktunya Bertepatan dengan Putusan MK
Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena berlangsung pada malam yang sama ketika MK mengucapkan putusan terkait gugatan terhadap syarat pendidikan Gibran saat mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024.
Dalam putusannya, MK menyatakan para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum sehingga permohonan tidak dapat diterima.
Namun, dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SLTA atau sederajat sebagaimana dipersyaratkan dalam UU Pemilu.
Mahkamah, bagaimanapun, menyatakan tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran sebagai Wakil Presiden melalui perkara tersebut.
Dengan demikian, dua peristiwa berlangsung hampir bersamaan: MK membacakan putusan mengenai perkara yang menyangkut syarat pendidikan Gibran, sementara Jokowi, ayah Gibran, berada di kediaman Prabowo untuk makan malam bersama Presiden.
Istana dan Jokowi Belum Membuka Isi Percakapan
Pertemuan tersebut disebut sebagai silaturahmi biasa oleh pihak Jokowi. Sementara PSI memberikan gambaran bahwa pembicaraan berfokus pada persoalan kebangsaan.
Belum ada keterangan resmi dari Jokowi maupun Prabowo yang menguraikan secara rinci agenda dan substansi percakapan keduanya.
Karena itu, hubungan antara momentum pertemuan tersebut dengan putusan MK tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktunya.
Yang terkonfirmasi adalah keduanya memang bertemu, pertemuan berlangsung sekitar dua jam, dan waktunya bertepatan dengan pembacaan putusan MK mengenai perkara syarat pendidikan Gibran. Sedangkan mengenai isi pembicaraan, keterangan yang tersedia dari pihak Jokowi dan PSI menyebut persoalan bangsa sebagai pokok diskusi.


Komentar Via Facebook :