Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Bikin Heboh, Hasyim Muhammad Sindir Prabowo: Cuma Ngetes Kalian
Foto: Ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram memicu kehebohan di media sosial.
Polemik tersebut kemudian disindir penulis asal Mojokerto, Hasyim Muhammad. Dengan gaya satire, Hasyim seolah-olah memerankan Prabowo dan menyebut angka Rp700 ribu sebagai sebuah cara untuk menguji perhatian masyarakat terhadap pidato Presiden.
“Saya itu tahu upah mengupas bawang itu bukan Rp700 ribu per kilogram. Saya itu cuma ngetes kalian itu dengerin pidato saya atau tidak. Huh!” tulis Hasyim melalui media sosial, dikutip Minggu (16/8/2026).
Sindiran tersebut muncul setelah Prabowo menyampaikan cerita mengenai seorang buruh harian bernama Susana dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susana sebagai buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Prabowo juga menyampaikan bahwa Susana merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.
Menurut Prabowo, bantuan tersebut turut membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak Susana.
Penghasilan Dosen Ikut Dibandingkan
Pernyataan mengenai upah Rp700 ribu per kilogram kemudian berkembang menjadi perdebatan di media sosial.
Seorang warganet yang mengaku sebagai dosen bahkan membandingkan pendapatannya dengan penghasilan yang disebut Prabowo diterima Susana.
“Saya dosen, S3, Lektor Kepala. Saat ini penghasilan saya jauh dari penghasilan mengupas bawang,” tulisnya.
Pernyataan tersebut semakin memperbesar perhatian publik terhadap nominal upah pengupasan bawang yang disebut dalam pidato Presiden.
Pemerintah Akan Cek Data
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan pemerintah akan mengecek kembali kebenaran data mengenai upah tersebut.
“Nanti kita cek ya,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Prasetyo menegaskan detail angka yang disampaikan Presiden akan diperiksa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kalau detailnya kita cek,” lanjutnya.
Harga Bawang Rp34 Ribu-Rp35 Ribu per Kilogram
Di tengah polemik tersebut, data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan mencatat rata-rata harga nasional bawang merah sebesar Rp34.546 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram.
Data harga komoditas tersebut tentu berbeda konteks dengan upah jasa pengupasan bawang. Karena itu, nominal Rp700 ribu per kilogram yang disebut Presiden masih menunggu penjelasan lebih detail dari pemerintah.
Hingga kini, publik masih menunggu hasil pengecekan pemerintah terkait angka fantastis upah pengupas bawang tersebut.


Komentar Via Facebook :