Ali Syarief Sarankan Mahasiswa Belajar dari Buruh Kupas Bawang, Polemik Upah Rp700 Ribu Jadi Sorotan

Ali Syarief Sarankan Mahasiswa Belajar dari Buruh Kupas Bawang, Polemik Upah Rp700 Ribu Jadi Sorotan

Foto: Ist

JAKARTA, RANAHRIAU. COM- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai seorang buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memicu perbincangan luas di media sosial.

Dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyebut seorang perempuan bernama Susana memperoleh upah Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.

“Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo sebagaimana dikutip dari YouTube TV Parlemen.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Dosen Lintas Budaya, Ali Syarief. Ia menyarankan mahasiswa yang mengalami kesulitan biaya hidup untuk menjadikan Susana sebagai inspirasi.

Melalui akun X pribadinya, Ali menyinggung kemungkinan mahasiswa memperoleh penghasilan dengan pekerjaan mengupas bawang.

“Semoga ibu Susana jadi inspirasi untuk mahasiswa-mahasiswa yang kekurangan biaya. Bisa ngerjain kupas bawang sekilo sehari, sebulan cukup 30 kg saja. Kan tidak perlu minta biaya hidup dari ortu,” tulis Ali.

Pernyataan itu sontak menjadi bahan perdebatan. Sebagian warganet mempertanyakan besaran upah yang disebut Presiden karena jika angka tersebut benar, penghasilan dari mengupas bawang dalam jumlah tertentu dapat terlihat sangat besar dibandingkan sejumlah profesi formal.

Bahkan, seorang warganet yang mengaku berprofesi sebagai dosen dengan pendidikan S3 dan jabatan Lektor Kepala mengaku penghasilannya jauh di bawah angka yang disebut dalam pidato Presiden.

“Saya dosen, S3, Lektor Kepala. Saat ini penghasilan saya jauh dari penghasilan mengupas bawang,” tulisnya.

Pemerintah Cek Kebenaran Data

Polemik mengenai upah Susana kemudian mendapat respons dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Prasetyo mengatakan pemerintah akan mengecek kembali angka yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya.

“Nanti kita cek ya,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Ia menegaskan pemerintah akan memastikan detail informasi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kalau detailnya kita cek,” lanjutnya.

Harga Bawang Jadi Perhatian

Di tengah polemik tersebut, data harga komoditas bawang juga menjadi perhatian publik.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga nasional bawang merah tercatat sekitar Rp34.546 per kilogram. Sementara harga bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram.

Angka harga tersebut berbeda konteks dengan upah jasa mengupas bawang. Karena itu, pernyataan mengenai Rp700 ribu per kilogram perlu dilihat secara utuh, termasuk jenis pekerjaan, mekanisme pembayaran, jumlah bawang yang dikupas, serta apakah angka tersebut merupakan upah bersih atau memiliki ketentuan tertentu.

Pemerintah pun memilih melakukan pengecekan sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut.

Polemik ini pada akhirnya bukan hanya soal Susana dan bawang, tetapi juga membuka perbincangan mengenai upah pekerja, biaya hidup mahasiswa, pendapatan dosen, serta kesenjangan penghasilan berbagai profesi di Indonesia.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :