Musyawarah Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah Riau Teguhkan Kepemimpinan Kolektif dan Gerakan Berkemajuan
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau menggelar Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) IV Muhammadiyah Riau, 8–9 Agustus 2026. Mengusung tema “Merawat Gerakan, Menguatkan Kepemimpinan, Mencerahkan Semesta”, forum ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan Persyarikatan sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan Muhammadiyah Riau ke depan.
Pembukaan Musypimwil IV berlangsung Sabtu (8/8/2026) di Aula Lantai 3 Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Forum tersebut diikuti Ketua dan utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Riau, perwakilan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat wilayah, serta Majelis dan Lembaga PWM Riau.
Ketua Panitia Musypimwil IV Muhammadiyah Riau, Drs. H. Adrian Ali, M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan forum permusyawaratan tersebut. Menurutnya, Musypimwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi ruang bersama untuk memperkuat sinergi dan membangun gerakan yang semakin produktif.
Adrian juga mendorong seluruh unsur Persyarikatan untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk potensi ekonomi yang lahir dari lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Ia mencontohkan usaha advertising dan digital printing yang dikembangkan SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru.
“SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru ternyata memiliki usaha advertising di bidang digital printing yang selama ini tidak kita sadari. Ternyata usahanya cukup baik. Mari kita dukung dan dorong usaha AUM kita,” ungkapnya.
Menurut Adrian, pengembangan AUM perlu diarahkan tidak hanya pada aspek kelembagaan, tetapi juga pada kemandirian, inovasi dan kebermanfaatan. Potensi yang tumbuh di lingkungan Muhammadiyah, katanya, harus diketahui, dikembangkan dan didukung bersama sehingga mampu menjadi kekuatan ekonomi Persyarikatan.
Sementara itu, Ketua PWM Riau Dr. H. Hendri Sayuti, M.Ag., menegaskan posisi strategis Musypimwil sebagai forum pengambilan kebijakan Persyarikatan setelah Musyawarah Wilayah. Forum ini menjadi ruang untuk memastikan amanah Musywil Muhammadiyah Riau di Kabupaten Kuantan Singingi pada 2022 terus berjalan dan menghasilkan capaian yang terukur.
“Musypimwil adalah sarana pengambilan kebijakan dan keputusan tertinggi setelah Musyawarah Wilayah,” tegas Hendri Sayuti.
Ia menjelaskan, sejak Musywil 2022, PWM Riau terus menjalankan berbagai program yang telah dirumuskan. Karena itu, Musypimwil IV menjadi momentum penting untuk melihat kembali capaian, mengidentifikasi tantangan, sekaligus menetapkan strategi agar gerakan Muhammadiyah semakin efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian Musypimwil IV, di antaranya penguatan tata kelola Program Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PPUTM) Riau, rencana pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah Riau yang disertai pengembangan jejaring klinik di daerah, kesiapan Muhammadiyah Riau menyukseskan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Medan, serta percepatan aktivasi SatuMu.
Agenda tersebut memperlihatkan bahwa Muhammadiyah Riau tidak hanya berfokus pada konsolidasi internal, tetapi juga menyiapkan ekosistem gerakan yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, kaderisasi, dakwah, teknologi, ekonomi dan pelayanan sosial.
Musypimwil IV juga menjadi ruang untuk memperkuat kepemimpinan kolektif-kolegial sebagai karakter penting dalam tata kelola Muhammadiyah. Kepemimpinan tidak diletakkan pada figur semata, melainkan pada kemampuan seluruh unsur Persyarikatan untuk bekerja bersama, menjaga amanah, memperkuat kaderisasi dan memastikan keputusan organisasi diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Semangat tersebut sejalan dengan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang senantiasa menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan, profesionalisme, kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui Musypimwil IV, Muhammadiyah Riau diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang tidak berhenti sebagai keputusan forum, tetapi diterjemahkan menjadi program yang terukur dan berdampak. Penguatan AUM, kaderisasi, pelayanan kesehatan, pendidikan ulama, transformasi digital dan konsolidasi organisasi menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan Persyarikatan yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman.
Dengan demikian, tema “Merawat Gerakan, Menguatkan Kepemimpinan, Mencerahkan Semesta” bukan sekadar slogan Musypimwil. Tema tersebut menjadi panggilan bagi seluruh warga Muhammadiyah Riau untuk merawat fondasi gerakan yang telah dibangun, memperkuat kualitas kepemimpinan dan menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi umat, bangsa dan kemanusiaan.
Musypimwil IV pada akhirnya diharapkan menjadi salah satu pijakan penting bagi Muhammadiyah Riau untuk bergerak lebih maju: berkemajuan dalam pemikiran, profesional dalam pengelolaan, kuat dalam kaderisasi, mandiri dalam gerakan, dan nyata dalam memberi manfaat bagi masyarakat.


Komentar Via Facebook :