Pelaku PETI Ancam Jurnalis di Kopah, Pendiri FDR Riau Desak Polisi Tuntaskan Perkara
Nof Hendra, Pendiri Utama Forum Dinamika Riau (FDR)
KUANTAN SINGINGI, RIAU – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Pulau Baru Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kembali memicu keresahan warga. Aktivis lingkungan dan pegiat media sosial, Nof Hendra, mengecam keras aksi perusakan lingkungan sekaligus dugaan intimidasi dan premanisme terhadap jurnalis yang sedang bertugas.
Insiden terjadi Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 13.47 WIB. Tim media tengah melakukan pemantauan dan dokumentasi belasan unit rakit mesin dompeng PETI yang beroperasi bebas di kawasan Pulau Baru. Seluruh aktivitas terekam dalam video dokumentasi.
Berdasarkan data lapangan, rakit PETI tersebut diduga dimiliki sejumlah warga setempat berinisial MA, I, dan TR, serta pihak lain.
Situasi memanas ketika para pelaku menyadari tim media merekam aktivitas mereka. Alih-alih menghentikan mesin, beberapa pelaku justru menunjukkan reaksi agresif. Seorang pelaku mengambil sebilah kampak, berjalan cepat ke arah tim media, dan melontarkan ancaman verbal.
“Ngapain direkam-rekam? Jangan mengelak, saya tadi lihat kamu merekam. Coba lihat HP-nya, tersimpan di galeri,” ujar pelaku.
Pelaku lain menambahkan, “Kalau sempat ada rekaman di HP-nya, saya kampak kawan abang tadi.”
Beruntung tim media berhasil mengamankan diri. Namun insiden ini menimbulkan trauma psikologis. Pengancaman menggunakan senjata tajam merupakan pelanggaran pidana dan bentuk pembungkaman kemerdekaan pers yang dilindungi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Desak Usut Tuntas & Patroli Gabungan
Hal ini disampaikan Nof Hendra melalui keterangan tertulis via WhatsApp kepada awak media, Kamis 4 Juni 2026.
“Kami mendesak Polres Kuantan Singingi dan Polda Riau segera mengusut tuntas kasus ini. Tidak hanya menertibkan belasan rakit PETI milik MA, I, dan TR, tapi juga menangkap oknum pelaku pengancaman bersenjata tajam. Jangan ada lagi jurnalis yang diintimidasi saat menjalankan tugas,” tegas Pendiri Utama Forum Dinamika Riau (FDR) tersebut.
Ia juga menyarankan tim media yang meliput wilayah rawan PETI agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan warga dan aparat keamanan setempat demi keselamatan bersama.
Sebagai penutup, Nof Hendra mendesak pemerintah daerah agar mencarikan solusi bagi masyarakat yang kehidupannya bergantung pada aktivitas PETI. Menurutnya, PETI harus dihentikan secara permanen di Provinsi Riau karena jelas merusak lingkungan, merugikan masyarakat, dan negara.
“Untuk itu pihak kepolisian perlu bekerjasama dengan TNI, masyarakat, insan pers dan pemerintah daerah mengadakan patroli rutin untuk menertibkan dan mengamankan pelaku PETI,” pungkas Nof Hendra yang juga Pendiri Utama Forum Dinamika Indonesia (FDI).


Komentar Via Facebook :