CORE: Pelemahan Rupiah dipengaruhi Faktor Struktural dan Persepsi Investor
Foto: Ist, Sumber : Net
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Ekonom Yusuf Rendy Manilet menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak semata-mata disebabkan oleh kurang efektifnya intervensi Bank Indonesia (BI).
Menurut Yusuf, langkah intervensi yang dilakukan BI pada dasarnya bersifat defensif untuk menjaga agar tekanan terhadap rupiah tidak berkembang menjadi instabilitas sistemik di sektor keuangan.
Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor struktural, terutama menyangkut persepsi investor terhadap arah kebijakan pemerintah dan risiko fiskal nasional. “Intervensi moneter pada akhirnya hanya bisa membeli waktu,” ujar Yusuf.
Menurut dia, pasar saat ini mencermati sedikitnya tiga faktor utama yang memengaruhi kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Pertama, arah kebijakan fiskal pemerintah, apakah mampu memberikan ketenangan bagi pasar atau justru memunculkan kekhawatiran baru terkait kondisi anggaran negara.
Kedua, konsistensi kebijakan pemerintah. Yusuf menilai investor membutuhkan kepastian regulasi dan sangat sensitif terhadap perubahan aturan karena berkaitan langsung dengan prospek investasi jangka panjang.
Ketiga, prospek arus modal masuk jangka menengah yang erat kaitannya dengan iklim investasi nasional. Menurutnya, kepercayaan investor asing akan sangat ditentukan oleh stabilitas kebijakan serta kepastian usaha di Indonesia.
Pandangan tersebut muncul di tengah tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung akibat kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk ketidakpastian ekonomi global serta dinamika kebijakan nasional.


Komentar Via Facebook :