Pilrek UNRI 2026 kian Panas, Aldrin Tawarkan Tata kelola tanpa Sekat
Pertemuan lintas sahabat dan gagasan. Dekan FEB UNRI Alvi Furwanti, Bemi, dan Willy Boy yang merupakan rekan seangkatan Aldrin Herwany di Fakultas Ekonomi UNRI angkatan 89, turut memberi dukungan dan semangat dalam kontestasi Pilrek UNRI 2026-2030
Eks Atase Pendidikan RI Maju Jadi Calon Rektor UNRI, Aldrin Herwany Usung Visi “Mercusuar Peradaban Lahan Basah & Energi Dunia”
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Bursa pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 semakin dinamis. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Aldrin Herwany, mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di India sekaligus dosen Perbanas Institute yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.
Menariknya, Aldrin menjadi satu-satunya kandidat dari luar lingkungan internal UNRI yang ikut dalam kontestasi tersebut. Meski demikian, dirinya bukan sosok asing bagi kampus berjuluk “Kampus Biru” itu. Ia merupakan alumni Manajemen Fakultas Ekonomi UNRI angkatan 1995.
Pendaftaran Aldrin dilakukan di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor UNRI, Kampus Binawidya Pekanbaru, pada hari terakhir masa pendaftaran, Selasa (12/5/2026). Kehadirannya langsung menjadi sorotan karena rekam jejak internasional yang dimilikinya.
Lahir di Tanjung Karang pada 16 Juni 1969, Aldrin menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen Keuangan di Universitas Padjadjaran pada tahun 2004. Ia kemudian meraih gelar Ph.D bidang Administrasi Bisnis Keuangan dari International Islamic University Malaysia pada tahun 2013.
Dalam perjalanan karier akademiknya, Aldrin juga pernah masuk tiga besar calon Rektor UNPAD tahun 2019. Ia dikenal sebagai ekonom senior dengan pengalaman luas di bidang tata kelola, pendidikan, dan jejaring internasional.
Kepada media, Aldrin menegaskan dirinya ingin membawa perubahan besar dalam sistem tata kelola kampus melalui konsep Zero-Ring System dan Zero-Asymmetry Information. Menurutnya, budaya birokrasi kampus harus dibenahi agar tidak lagi terjebak dalam sekat kelompok eksklusif maupun pola administrasi yang lamban.
Ia menawarkan konsep birokrasi digital berbasis UNRI Amanah Ledger, sebuah sistem yang diklaim mampu menciptakan tata kelola kampus yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Dalam pemaparannya, Aldrin mengusung visi besar bertajuk “UNRI 2030: Mercusuar Peradaban Lahan Basah & Energi Dunia.” Visi tersebut dibangun melalui lima agenda utama.
Pertama, transformasi tata kelola dengan digitalisasi birokrasi tanpa hambatan administratif. Kedua, penguatan kemandirian ekonomi dan hilirisasi melalui pembentukan Syirkah Venture Capital guna mengelola potensi sawit, migas, dan gambut Riau sebagai sumber pendapatan non-UKT.
Ketiga, pembangunan infrastruktur riset berstandar internasional dengan target minimal satu laboratorium bersertifikasi global di setiap fakultas.
Keempat, pengembangan pendidikan masa depan melalui integrasi kecerdasan buatan atau AI serta pembukaan program studi baru yang berfokus pada transisi energi dan krisis lahan basah.
Kelima, Ekosistem Global – Modal 100+ MoU internasional dan pengalaman memimpin WJES untuk angkat UNRI ke panggung dunia.
Sahabatnya, Willy Boy yang juga selama ini dikenal sebagai adek pengacara kondang asal Riau Eva Nora SH,MH, bahwa Aldrin berasal dari angkatan yang sama, menyebut Aldrin paling layak. “Kalau UNRI mau maju dan berkelas dunia, Aldrin lah yang tepat untuk menjadi Rektor UNRI,” tegasnya.
Dengan rekam jejak sebagai reviewer hibah LPDP, juri nasional TOP GRC & TOP BUMD, serta peraih Outstanding Research di AS dan Kosta Rika, Aldrin berjanji menjadikan UNRI bukan sekadar kampus Riau, tapi mercusuar peradaban dunia yang mandiri secara finansial.


Komentar Via Facebook :