Mexsasai Indra Resmi Maju Calon Rektor Unri 2026-2030, Usung Kampus Berdampak untuk Masyarakat Riau
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Kontestasi Pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 mulai memanas. Wakil Rektor Bidang Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor, Jumat (8/5/2026).
Kedatangan Mexsasai ke Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor disambut langsung Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Dr HM Rasuli, bersama jajaran panitia lainnya.
Tak datang sendirian, Mexsasai terlihat didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Hermandra, serta sejumlah dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Unri.
Kehadiran rombongan itu seolah menjadi sinyal bahwa langkah Mexsasai bukan sekadar formalitas administratif, melainkan representasi dari dukungan internal yang mulai terkonsolidasi.
Dalam keterangannya usai mendaftar, Mexsasai menegaskan dirinya maju bukan karena ambisi personal semata, melainkan karena merasa memahami denyut persoalan dan kebutuhan kampus yang selama ini ia jalani dari berbagai level kepemimpinan.
Pria kelahiran Air Molek, 13 Maret 1981 itu menyebut pengalaman birokrasi akademiknya menjadi modal utama untuk membawa Unri melangkah lebih progresif di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Saya pernah menjadi sekretaris program magister, kemudian pernah menjadi ketua program studi, Wakil Dekan Bidang Akademik, menjadi Dekan Fakultas Hukum, lalu Wakil Rektor Bidang Akademik. Dari pengalaman itu saya memahami persoalan-persoalan yang ada di Universitas Riau dan bagaimana arah pengembangannya ke depan,” ujar Mexsasai.
Menurutnya, Universitas Riau tidak bisa lagi hanya menjadi kampus administratif yang sibuk dengan rutinitas birokrasi internal. Dengan jumlah mahasiswa yang mendekati 40 ribu orang serta 121 program studi, Unri dinilai harus tampil sebagai pusat penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan intelektual di Provinsi Riau.
Ia menegaskan arah kebijakan kampus ke depan harus sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, yakni menghadirkan perguruan tinggi yang benar-benar memberi dampak nyata kepada masyarakat.
“Universitas tidak boleh hanya kuat di atas kertas. Kampus harus hadir memberi solusi, melahirkan inovasi, dan menjadi jantung hati masyarakat Riau,” tegasnya.
Di tengah dinamika pemilihan rektor yang mulai menghangat, Mexsasai juga berharap seluruh tahapan berjalan demokratis, damai, dan adil tanpa mencederai marwah akademik kampus.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Dr HM Rasuli mengatakan hingga Jumat (8/5/2026), sudah ada dua kandidat yang resmi mendaftar sebagai bakal calon rektor. Sebelumnya, Dekan FKIP Unri Prof Dr Jimmi Copriady lebih dahulu menyerahkan berkas pencalonan.
“Minimal ada empat bakal calon yang mendaftar. Setelah pendaftaran, tahapan dilanjutkan dengan verifikasi dokumen pada 13 Mei dan rapat senat pada 17 Juni 2026,” jelas Rasuli.
Kini, pertarungan menuju kursi orang nomor satu di Universitas Riau mulai memperlihatkan arah. Di tengah berbagai tantangan pendidikan tinggi, publik kampus menanti: siapa yang benar-benar mampu membawa Unri bukan hanya besar secara angka, tetapi juga berpengaruh bagi masa depan Riau.


Komentar Via Facebook :