13 Kandidat Lolos Administrasi, kursi Direksi PT Riau Petroleum Mulai Diperebutkan

13 Kandidat Lolos Administrasi, kursi Direksi PT Riau Petroleum Mulai Diperebutkan

Ketua Pansel PT Riau Petroleum, Yan Dharmadi.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Aroma persaingan mulai terasa dalam bursa kursi direksi PT Riau Petroleum. Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan 13 nama yang lolos tahap administrasi untuk dua posisi kunci: Direktur Operasional dan Direktur Keuangan.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor 10/PANSEL/RP/2026 yang dirilis Senin (6/4/2026). Di balik angka 13 itu, tersimpan pertarungan ide, rekam jejak, dan reputasi yang akan diuji dalam tahap berikutnya.

Ketua Pansel, Yan Dharmadi, menegaskan bahwa proses seleksi administrasi dilakukan dengan “pisau bedah” yang tajam. Tak ada ruang bagi berkas setengah matang.

Untuk posisi Direktur Operasional, delapan nama berhasil melewati saringan awal. Mereka adalah Adi Wandra, Akhmad Fauzi Lindung Lubis, Andiga Dompak Baharaja Tarihoran, Fajar Muhardi, Heri Susanto, Indra Permana, Muhammad Fajri, dan Efriansyah Putram. Nama-nama ini dianggap memiliki fondasi pengalaman yang cukup untuk mengelola denyut operasional perusahaan migas milik daerah tersebut.

Sementara di posisi Direktur Keuangan, lima kandidat dinyatakan lolos: Fahmy, Ganesya Varandra, Novyandre, Roland Azerwin, dan Ashri Hadi. Mereka akan bersaing mengawal stabilitas finansial perusahaan yang selama ini menjadi sorotan publik.

Total 13 kandidat kini bersiap memasuki fase krusial: Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Tahap ini bukan sekadar formalitas, melainkan arena “pembuktian terakhir” untuk menguji kapasitas, integritas, dan visi strategis.

Menurut Yan, pelaksanaan UKK akan digelar di Pekanbaru dengan melibatkan lembaga profesional serta UPT Kompetensi dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau yang telah mengantongi akreditasi A. Keterlibatan pihak independen ini menjadi penegas bahwa seleksi tak ingin sekadar sah di atas kertas, tetapi juga kredibel di mata publik.

Menariknya, pansel juga membuka “jalur rakyat” dalam proses ini. Mulai 6 hingga 17 April 2026, masyarakat diberi ruang untuk menguliti rekam jejak para kandidat. Skema ini seperti membuka jendela lebar agar publik ikut mengawasi siapa yang layak mengelola aset strategis daerah.

Laporan dapat disampaikan langsung ke Kantor Biro Perekonomian Setdaprov Riau di Gedung Menara Lancang Kuning, atau melalui jalur digital. Syaratnya satu: identitas pelapor harus jelas.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa proses seleksi tak lagi berjalan di ruang tertutup. Publik kini diajak masuk, ikut menilai, bahkan mengoreksi.

Di tengah sorotan terhadap kinerja BUMD, hasil seleksi ini akan menjadi penentu arah PT Riau Petroleum ke depan. Apakah melahirkan nakhoda yang mampu mengangkat performa, atau justru menambah daftar panjang polemik lama.

Yang pasti, panggung sudah disiapkan. Tinggal menunggu siapa yang benar-benar layak berdiri di atasnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :