Diantar Tokoh Besar Riau, Prof Firdaus Resmi Melaju ke Bursa Calon Rektor Unri 2026-2030

Diantar Tokoh Besar Riau, Prof Firdaus Resmi Melaju ke Bursa Calon Rektor Unri 2026-2030

Pelepasan Prof. Dr. H. Firdaus, S.H., M.H untuk mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 berlangsung khidmat dari Masjid Al Ikram, Pekanbaru. Sejumlah tokoh masyarakat, adat, ulama, akademisi, hingga pemuda Riau turut hadir memberikan dukungan dan doa. Wali Kota Pekanbaru juga tampak ikut melepas keberangkatan Prof Firdaus menuju proses pendaftaran calon Rektor Unri. Momentum ini dinilai menjadi simbol kuat besarnya harapan masyarakat terhadap masa depan Unri sebagai pusat kemajuan intelektual dan pembangunan daerah di Riau.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Suasana penuh khidmat namun sarat pesan politik pendidikan mewarnai pelepasan Prof. Dr. H. Firdaus, S.H., M.H saat mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030. Dukungan yang mengalir bukan datang dari kelompok biasa. Sejumlah tokoh sentral Riau lintas sektor hadir langsung memberikan restu dan dukungan moral.

Mulai dari Gubernur Riau pada masanya, petinggi lembaga adat, ulama, akademisi senior, praktisi hukum, hingga tokoh pemuda berkumpul dalam satu barisan. Pemandangan ini menjadi sinyal kuat bahwa kontestasi pemilihan Rektor Unri kali ini bukan sekadar agenda kampus, melainkan pertaruhan masa depan intelektual Riau.

Di barisan terdepan tampak Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit, S.H selaku Ketua Majelis Kehormatan Pemuka Masyarakat Riau sekaligus mantan Gubernur Riau. Hadir pula Drs. H. Wan Thamrin Hasyim, mantan Gubernur Riau yang kini menjabat Wakil Ketua Majelis Kehormatan Pemuka Masyarakat Riau.

Dukungan kuat juga datang dari lembaga adat Melayu. Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf bersama Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil hadir langsung dalam pelepasan tersebut. Kehadiran petinggi lembaga adat itu menandakan harapan besar agar Unri tetap menjadi benteng intelektual sekaligus penjaga marwah Melayu di bumi Lancang Kuning.

Dari unsur ulama, Ketua MUI Provinsi Riau Dr. K.H. Mustafa Umar, Lc., MA bersama Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Riau Drs. H. Ahmadsyah Harofie turut memberikan dukungan. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa kepemimpinan perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari kapasitas akademik, tetapi juga integritas moral dan keberpihakan terhadap pembangunan umat.

Sejumlah tokoh masyarakat dan praktisi hukum senior juga terlihat memberikan dukungan terbuka, di antaranya Fauzi Kadir, S.H., S.U, H. Aswandi, S.E, H. Zulkarnaen Noerdin, S.H., M.H, hingga Dr. H. Zulkarnain Kadir, S.H., M.H.

Dukungan lintas organisasi turut menguatkan langkah Prof Firdaus. Hadir Ketua DPW Muslimat NU Provinsi Riau Hj. Dinawati, S.Ag., M.M, unsur PW Muhammadiyah Riau Dr. Jupendri, S.Sos., M.I.Kom, hingga Ketua DPW IKA UII Provinsi Riau H. Joni Irwan, S.H., M.H.

Sementara dari kalangan muda, dukungan datang dari mantan Presiden Mahasiswa Unri, Nopri Andri Yulan, S.Pi dan Khoirul Basar, S.H yang kini menjabat Ketua Umum Pemuda Melayu Riau Indonesia.

Deretan nama besar yang hadir membuat momentum pelepasan ini terasa lebih dari sekadar seremoni administratif. Ada pesan kuat yang ingin ditegaskan: masyarakat Riau tidak ingin Universitas Riau berjalan biasa-biasa saja.

Banyaknya dukungan terhadap Prof Firdaus dinilai mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap posisi strategis Unri sebagai aset daerah. Kampus terbesar di Riau itu diharapkan mampu tampil bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah, penguatan SDM, pusat riset, hingga penjaga identitas budaya Melayu di tengah arus perubahan zaman.

Di tengah dinamika pemilihan Rektor Unri 2026-2030, kemunculan dukungan lintas tokoh ini menjadi fenomena tersendiri. Publik kini menanti, apakah gelombang dukungan elite masyarakat Riau tersebut akan menjadi energi besar yang mengantarkan Prof Firdaus menuju kursi tertinggi di Universitas Riau.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :