Jalan Putus saat Mudik!, Pemprov Riau Ngebut Perbaiki Ruas Lipat Kain-Lubuk Agung, Darurat diatasi,
Foto: Ist, Sumber: Net
KAMPAR, RANAHRIAU.COM- Di tengah hiruk-pikuk arus mudik Idulfitri 1447 H, satu kabar sempat bikin jantung transportasi darat di Riau berdebar: jalan putus di ruas Lipat Kain–Lubuk Agung. Akses vital itu sempat lumpuh, tapi Pemerintah Provinsi Riau langsung tancap gas melakukan perbaikan darurat.
Instruksi datang dari Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Tanpa banyak basa-basi, tim langsung turun ke lokasi seperti pasukan darurat yang tak diberi ruang untuk gagal.
“Kita langsung gerak cepat meninjau dan memperbaiki jalan putus di ruas Lipat Kain–Lubuk Agung,” tegas Kadis PUPR Riau, Thomas Larfo Demeira, Jumat (20/3/2026).
Biang Kerok: Box Culvert Pecah, Jalan Ambruk Seketika
Dari hasil peninjauan, penyebab putusnya jalan bukan sekadar retak biasa. Struktur box culvert di titik STA 14+ dilaporkan pecah, membuat badan jalan kehilangan penopang dan akhirnya amblas.
Begitu kerusakan terdeteksi, alat berat langsung diterjunkan. Tak ada waktu untuk rapat panjang, yang ada hanya satu misi: jalur harus hidup kembali sebelum arus mudik memuncak. “Alat berat sudah kita turunkan di lokasi,” ujar Thomas.
Solusi Kilat: Ditimbun, Difungsikan, Sambil Tunggu Perbaikan Permanen
Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah V, Basharuddin, memastikan langkah darurat sudah dilakukan. Metodenya sederhana tapi krusial: penimbunan menggunakan material base A untuk menghidupkan kembali jalur yang sempat mati.
“Penanganan sementara sudah selesai dan jalan sudah fungsional,” ungkapnya.
Namun ini baru bab awal. Pemerintah juga telah memesan box culvert pracetak sebagai pengganti struktur yang rusak. Artinya, perbaikan permanen masih dalam antrean eksekusi.
Gerak Cepat atau Reaksi Terlambat?
Meski respons cepat patut diapresiasi, publik tentu bertanya-tanya: kenapa infrastruktur vital bisa jebol tepat di momen paling sibuk?
Apakah ini murni faktor teknis, atau ada kelalaian dalam pengawasan dan pemeliharaan?
Yang jelas, di musim mudik seperti ini, satu titik putus bukan sekadar masalah teknis. Ia bisa menjelma menjadi efek domino, menghambat distribusi, memperlambat perjalanan, bahkan mengancam keselamatan.
Untuk saat ini, jalur Lipat Kain–Lubuk Agung sudah bisa dilalui. Tapi pesan yang tersisa jelas: infrastruktur tak boleh hanya “siap saat rusak”, melainkan harus “kuat sebelum dipakai”.
Karena di jalan seperti ini, yang dipertaruhkan bukan hanya aspal, tapi perjalanan ribuan orang menuju rumah.


Komentar Via Facebook :