Lebaran bikin Roro telat Nyala, Dumai-Rupat Baru Jalan Siang, Penumpang dipaksa Menunggu

Lebaran bikin Roro telat Nyala, Dumai-Rupat Baru Jalan Siang, Penumpang dipaksa Menunggu

Foto: ist, sumber : Net

DUMAI, RANAHRIAU.COM— Hari kemenangan Idulfitri 1447 H ternyata tak hanya membawa suasana haru dan bahagia, tapi juga “mengunci” denyut transportasi laut di Riau.

Kapal Roro lintasan Pelabuhan Dumai menuju Pulau Rupat resmi baru beroperasi pukul 13.30 WIB pada hari pertama Lebaran, Jumat (21/3/2026).

Kebijakan ini sontak menjadi sorotan. Di saat masyarakat ingin bergerak cepat bersilaturahmi, justru harus “dipaksa sabar” menunggu kapal berlayar.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan berdalih, penyesuaian ini dilakukan demi menghormati momentum Lebaran. Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, menyebut keputusan ini sudah diinformasikan ke publik. “Trip pertama baru dimulai pukul 13.30 WIB,” ujarnya singkat.

Mudik Jalan, Tapi Setengah Hati
Pantauan di lapangan menunjukkan arus mudik tetap berjalan, namun dengan ritme yang janggal. Dari Dumai ke Rupat, antrean kendaraan, terutama sepeda motor mengular seperti tak sabar menyeberang.

Namun ironisnya, dari arah sebaliknya justru sepi, bak pelabuhan kehilangan denyut. “Kendaraan roda dua mendominasi dari Dumai ke Rupat. Dari Rupat ke Dumai relatif sepi,” ungkap Henri.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya: apakah kebijakan jam operasional ini justru menghambat mobilitas masyarakat di hari yang paling krusial?

11 Trip Disiapkan, Tambahan Masih Tanda Tanya

Dishub menyebutkan dalam kondisi normal tersedia 11 trip per hari. Namun jika antrean membludak, tambahan trip atau extra trip akan dibuka, tentunya dengan catatan klasik: cuaca dan faktor teknis.

Bahasa normatif yang kerap terdengar, tapi bagi masyarakat di lapangan, kepastian jauh lebih dibutuhkan daripada sekadar kemungkinan.

Booking Tiket: Solusi atau Sekadar Formalitas?
Untuk meredam antrean, sistem booking tiket mulai diberlakukan. Hanya penumpang bertiket yang boleh masuk antrean. Secara konsep terdengar rapi, namun implementasinya di lapangan masih jadi ujian.

Penumpang diminta datang minimal satu jam sebelum keberangkatan. Pemesanan dilakukan via WhatsApp:
Dumai: 0895352371921
Rupat: 0895352371922

Langkah ini disebut sebagai upaya mengurai kepadatan. Tapi pertanyaannya, apakah sistem ini benar-benar efektif atau hanya memindahkan antrean ke ruang digital?

Lebaran Tak Menghapus Risiko
Di tengah polemik jadwal, satu hal yang tak boleh dilupakan: keselamatan. Pemerintah tetap mengimbau masyarakat menjaga kondisi fisik, berhati-hati di perjalanan, dan menyiapkan bekal.

Namun pada akhirnya, publik berharap lebih dari sekadar imbauan. Di hari besar seperti Lebaran, pelayanan publik seharusnya hadir lebih sigap, bukan justru ikut “libur setengah hari”.

Sebab bagi masyarakat kecil, waktu bukan sekadar angka, tapi soal kesempatan untuk bertemu keluarga di hari yang hanya datang setahun sekali.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :