Kecam Flyer Arminareka
Tak Sekadar Flyer! PDM Pekanbaru Sebut Ada Bahaya Besar di balik Narasi Salat Id Bersama Pemerintah
Flyer dari Arminareka yang tersebar di whatsapp grup
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Polemik flyer bertuliskan “shalat ‘ied bersama pemerintah, bukan ormas” berbuntut panjang. Muhammadiyah melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekanbaru akhirnya angkat suara keras, mengecam narasi yang dinilai berpotensi memecah belah umat Islam.
Ketua PDM Pekanbaru, Jabarullah, menegaskan bahwa pernyataan yang mengatasnamakan Arminareka itu bukan sekadar keliru, tetapi juga berbahaya secara sosial.
“Ini bukan sekadar imbauan biasa. Narasi seperti ini tidak bijak, memancing polemik, dan bisa mengganggu harmoni umat,” tegasnya dalam pernyataan resmi, Kamis (19/3/2026).
“Membenturkan Umat, Bukan Menyatukan”
PDM Pekanbaru menilai diksi “pemerintah vs ormas” dalam flyer tersebut sebagai framing yang menyesatkan. Dalam pandangan mereka, pemerintah dan organisasi masyarakat Islam sejatinya berada dalam satu tujuan: memudahkan umat dalam menjalankan ibadah.
“Membenturkan pemerintah dengan ormas adalah cara berpikir yang keliru. Ini berbahaya karena bisa memecah belah umat,” lanjut Jabarullah.
Perbedaan Idul Fitri Bukan Masalah Baru
Dalam sikap resminya, PDM Pekanbaru menegaskan bahwa perbedaan penetapan 1 Syawal bukanlah hal baru. Itu merupakan bagian dari ijtihad keagamaan yang sah, baik melalui metode hisab maupun rukyat.
Artinya, perbedaan bukan untuk dipertentangkan, apalagi dijadikan alat propaganda yang memecah belah.
Bawa-bawa Konstitusi, PDM: Hak Ibadah Dilindungi Negara
Tak hanya dari sisi agama, PDM Pekanbaru juga menyeret dasar hukum negara. Mereka menegaskan bahwa kebebasan beribadah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Mulai dari Pasal 28E ayat (1) hingga Pasal 29 ayat (2), negara menjamin setiap warga bebas menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Jadi tidak ada pihak yang berhak mengarahkan apalagi menyudutkan pilihan ibadah pihak lain,” tegasnya.
Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Tak berhenti pada kecaman, PDM Pekanbaru juga melayangkan tuntutan terbuka kepada pihak pembuat flyer.
Mereka meminta:
- Klarifikasi resmi kepada publik
- Permintaan maaf kepada umat Islam
- Penghentian penyebaran flyer tersebut
Jika tidak, polemik ini dikhawatirkan akan terus membesar di tengah masyarakat.
Seruan: Jangan Rusak Lebaran dengan Provokasi
Di akhir pernyataannya, PDM Pekanbaru mengingatkan agar momentum Idul Fitri tidak dikotori oleh narasi provokatif.
“Mari jadikan Idul Fitri sebagai momentum persatuan, bukan ajang memperuncing perbedaan,” tutup Jabarullah.
Di tengah potensi perbedaan hari raya tahun ini, pernyataan ini menjadi sinyal keras: publik diminta waspada terhadap narasi yang membelah umat, apalagi yang dibungkus dengan sentimen “pemerintah versus ormas”.


Komentar Via Facebook :