Catatan Redaksi: Ujian Transparansi di Balik Teror Air Keras terhadap Aktivis

Catatan Redaksi: Ujian Transparansi di Balik Teror Air Keras terhadap Aktivis

Foto: Ist

RANAHRIAU.COM- Pengungkapan empat anggota TNI sebagai terduga pelaku penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, bukanlah akhir dari persoalan. Justru di titik inilah ujian sesungguhnya dimulai: sejauh mana negara berani membuka kebenaran tanpa tedeng aling-aling.

Identitas para pelaku memang sudah disampaikan oleh Tentara Nasional Indonesia. Namun publik tidak hanya membutuhkan nama publik menuntut kejelasan peran, rantai komando, dan terutama motif di balik aksi penyiraman air keras yang tergolong kejahatan serius terhadap aktivis sipil.

Kasus ini tidak bisa dipandang sebagai kriminal biasa. Ketika aparat negara diduga terlibat, maka yang dipertaruhkan bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi dan komitmen negara terhadap demokrasi.

Pertanyaannya sederhana namun tajam:

apakah ini tindakan individual, atau ada sesuatu yang lebih besar di belakangnya?

Transparansi menjadi kata kunci. Tanpa itu, setiap proses hukum berpotensi dicurigai sebagai sekadar formalitas bukan pencarian keadilan yang sesungguhnya. Apalagi, sejarah panjang penanganan kasus kekerasan terhadap aktivis di negeri ini kerap berakhir dengan tanda tanya, bukan titik.

Di tengah sorotan publik, rezim saat ini berada di persimpangan:

membuka semuanya secara terang benderang, atau kembali terjebak dalam pola lama setengah terang, setengah gelap.

Karena pada akhirnya, yang diuji bukan hanya keberanian mengungkap pelaku, tetapi juga keberanian mengungkap kebenaran.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :