Pesantren Kilat Ramadan 1447 H di Desa Sesap: Menanam Iman, Menguatkan Akhlak Generasi Muda
Foto: Ist
KEPULAUAN MERANTI, RANAHRIAU.COM– Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, denyut pembinaan generasi muda terasa begitu hidup di Masjid Al-Qiroah Desa Sesap. Sebanyak 50 anak-anak tingkat SD hingga MTs mengikuti Pesantren Kilat Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar pada Selasa (17/03), dari pagi hingga menjelang berbuka puasa.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Da’i Transformatif Dompet Dhuafa ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menjadi ruang pembinaan spiritual, tempat anak-anak desa ditempa untuk memahami nilai-nilai keislaman sejak dini, di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana masjid dipenuhi semangat belajar. Materi demi materi disampaikan, mulai dari pentingnya berbakti kepada orang tua hingga adab di dalam masjid dan keutamaan bulan suci Ramadan.
Ketua panitia dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk ikhtiar bersama untuk menanamkan nilai ibadah kepada generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi Da’i Transformatif Dompet Dhuafa yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menjalankan ibadah puasa, sekaligus wadah untuk menimba ilmu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Da’i Transformatif Dompet Dhuafa, Ustadz Ayub Habila, S.H. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan semua pihak.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa Sesap dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kegiatan ini. Ini adalah kerja bersama untuk membangun generasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Sesap, Jumri, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kontribusi Dompet Dhuafa melalui program Da’i Transformatif. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di desa kami,” tuturnya.
Dua narasumber hadir memberikan materi utama. Ustadz M. Sapuan, S.Pd.I mengangkat tema “Birrul Walidain”, mengupas kiat-kiat menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, sebuah nilai fundamental yang kian penting di era modern.
Sementara itu, Ustadz Ayub Habila membahas tentang adab di dalam masjid serta keutamaan Ramadan dan puasa, memperkuat pemahaman spiritual peserta.
Menjelang senja, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan.


Komentar Via Facebook :