Apresiasi Ibu Pejuang Keluarga
Sahabat Maryam dan Dompet Dhuafa Riau ajak Driver Ojol Wanita belanja Sembako Lebaran
Foto: ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Di balik riuhnya lalu lintas kota Pekanbaru, ada kisah sunyi yang jarang disorot: para ibu yang menggenggam setang motor, menantang panas dan hujan, demi memastikan dapur tetap mengepul di rumah. Mereka bukan sekadar pengemudi ojek online, mereka adalah tulang punggung keluarga yang kerap luput dari perhatian.
Namun Sabtu sore (14/03), cerita itu berubah. Komunitas Sahabat Maryam bersama Dompet Dhuafa Riau menghadirkan secercah kehangatan lewat program perdana bertajuk “Belanja Berkah Ramadan bersama Ibu-Ibu Ojol Pejuang Keluarga.”
Bertempat di Budiman Swalayan Simpang Tiga, puluhan ibu driver ojol dari berbagai platform berkumpul bukan untuk menunggu orderan, melainkan untuk berbelanja kebutuhan pokok mereka sendiri. Dari pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, mereka diberi kebebasan memilih sembako untuk menyambut Idul Fitri 1447 H—sebuah pengalaman yang bagi sebagian besar dari mereka terasa “mewah” dan tak biasa.
Suasana swalayan yang biasanya dingin oleh pendingin ruangan, sore itu justru hangat oleh emosi. Beberapa ibu tampak menahan tangis saat menggenggam beras, minyak goreng, hingga bahan kue Lebaran, barang-barang sederhana yang selama ini harus mereka perjuangkan dari kerasnya jalanan.
“Jujur ini pengalaman pertama kami bisa belanja sebanyak ini. Biasanya kami ke sini cuma ambil orderan customer, sekarang kami yang belanja,” ungkap Ibu Wani, salah satu peserta, dengan suara bergetar.
Program ini menjadi langkah baru bagi Komunitas Sahabat Maryam. Jika sebelumnya fokus pada santunan anak yatim, kini mereka mulai menyorot kelompok lain yang tak kalah rentan: perempuan pekerja sektor informal yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga.
Sukma, perwakilan Sahabat Maryam, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar soal sembako.
“Ini bentuk pengakuan. Kami mendengar cerita mereka, ada yang bahkan tidak punya bahan untuk membuat kue Lebaran karena penghasilan hanya cukup untuk makan. Kami ingin mereka juga merasakan bahagia menyambut hari raya,” ujarnya.
Komunitas Sahabat Maryam sendiri merupakan kelompok kajian ibu-ibu yang rutin berkegiatan di Masjid Al-Falah Pekanbaru. Dari kegiatan sederhana itu, lahir gerakan “Tabungan Surga Maryam”, sebuah konsep sedekah kolektif yang perlahan menjelma menjadi aksi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi dengan Dompet Dhuafa Riau memperluas jangkauan kebaikan tersebut. Bukan hanya memberi, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai, sesuatu yang sering kali lebih mahal dari sekadar bantuan materi.
Di tengah realitas ekonomi yang tak selalu ramah, program ini menjadi pengingat keras: negara boleh saja absen, sistem bisa saja timpang, tetapi solidaritas sosial masih hidup dan kadang, justru datang dari tangan-tangan sederhana yang memilih untuk peduli.
Bagi para ibu ojol itu, sore ini bukan sekadar belanja. Ini adalah momen di mana perjuangan mereka akhirnya diakui, dan untuk sejenak, mereka tak lagi hanya bertahan, tetapi juga merayakan.


Komentar Via Facebook :