Safari Ramadan Penuh Makna
Angkasa Pura Indonesia dan Dompet Dhuafa Santuni 100 Anak Yatim dan Dhuafa
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Di tengah gemuruh aktivitas transportasi udara yang tak pernah benar-benar tidur, ada sisi lain yang jarang terlihat dari dunia bandara: kepedulian sosial yang diam-diam menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Melalui program Safari Ramadan, PT Angkasa Pura Indonesia yang berada di bawah naungan InJourney Airports, berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Riau menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim, piatu, dan dhuafa di Pekanbaru, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Dompet Dhuafa Riau ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Di dalamnya, terselip harapan besar agar Ramadan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berkecukupan, tetapi juga oleh anak-anak yang hidup dalam keterbatasan.
Santunan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako, langsung diserahkan kepada para penerima manfaat. Bagi sebagian orang, bantuan ini mungkin tampak sederhana. Namun bagi mereka yang menerimanya, ini adalah jawaban atas kebutuhan yang selama ini harus dipikul dalam diam.
General Manager Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Bandara Sultan Syarif Kasim II, Ahmad, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan selama Ramadan. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Di sisi lain, Dompet Dhuafa Riau melihat program ini sebagai bukti bahwa kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap gerakan filantropi masih kuat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Semoga bantuan yang disalurkan benar-benar membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan masyarakat dhuafa,” kata perwakilan Dompet Dhuafa Riau, Andrika Saputra.
Bagi para penerima, nilai bantuan tidak hanya terletak pada nominalnya, tetapi pada rasa diperhatikan. Ibu Liza, salah satu orang tua penerima manfaat, mengaku bantuan ini sangat berarti.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Bisa untuk beli sembako dan juga baju Lebaran anak-anak,” tuturnya dengan penuh haru.
Di tengah realitas sosial yang kerap timpang, Safari Ramadan ini menjadi pengingat: bahwa keberkahan tidak hanya datang dari ibadah personal, tetapi juga dari keberanian untuk berbagi.
Program ini mungkin hanya menjangkau 100 orang. Namun pesan yang dibawanya jauh lebih luas bahwa di balik kerasnya kehidupan, selalu ada ruang bagi kebaikan untuk tumbuh.
Dan di bulan suci ini, kebaikan itu kembali menemukan jalannya.


Komentar Via Facebook :