Diam-Diam Menyusup di Lorong Kemiskinan

Paragon dan Dompet Dhuafa Tebar 215 Paket Sembako untuk Lansia dan Dhuafa Pekanbaru

Paragon dan Dompet Dhuafa Tebar 215 Paket Sembako untuk Lansia dan Dhuafa Pekanbaru

Foto: Ist

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap “mencekik” masyarakat kecil setiap Ramadan, secercah harapan datang dari kolaborasi antara PT Paragon Technology and Innovation dan Dompet Dhuafa Riau.

Tanpa gemuruh seremoni besar, mereka menyalurkan 215 paket sembako langsung ke jantung-jantung kemiskinan di Pekanbaru.

Sabtu (14/03), bantuan itu dibagi di dua titik yang merepresentasikan realitas sosial yang sering luput dari sorotan: kawasan padat di Jalan Cendrawasih, Tangkerang Tengah, serta lingkungan Masjid Az Zikra Pekanbaru di Sei Sibam.

Di sana, lansia dan warga dhuafa menjadi penerima utama, mereka yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi, terlebih saat Ramadan.

Bantuan yang disalurkan bukan sekadar paket sembako. Ia adalah “penyangga napas” bagi keluarga yang harus berjibaku antara kebutuhan makan harian dan biaya hidup yang terus merangkak naik.

Ridwan, perwakilan dari Paragon, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

“Kami memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan berdampak bagi masyarakat di sekitar. Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kami agar keberadaan perusahaan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Di lapangan, dampaknya terasa nyata. Ketua RT setempat, Ade, menyebut bantuan ini datang di waktu yang tepat, saat tekanan ekonomi warga meningkat.

“Ramadan ini kebutuhan naik, harga bahan pokok juga ikut melonjak. Bantuan ini sangat membantu mengurangi beban warga, terutama lansia,” ungkapnya.

Bagi para penerima, bantuan ini bukan sekadar angka statistik dalam laporan kegiatan. Ia adalah solusi konkret atas kegelisahan sehari-hari. Ibu Asnim, seorang lansia penerima manfaat, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk kebutuhan selama Ramadan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah narasi besar tentang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, kegiatan ini seperti mengingatkan satu hal penting yang sering diabaikan: masih ada kelompok masyarakat yang bertahan dalam senyap, tanpa akses yang memadai.

Langkah kecil ini mungkin tidak menyelesaikan persoalan kemiskinan secara sistemik. Namun setidaknya, ia menjadi bukti bahwa solidaritas masih hidup dan ketika negara kerap lambat, kolaborasi masyarakat dan sektor swasta bisa menjadi garis depan harapan.

Dompet Dhuafa Riau berharap, gerakan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda musiman, melainkan menjadi gelombang kebaikan yang terus meluas. Sebab di balik setiap paket sembako yang dibagikan, ada satu hal yang lebih besar sedang diperjuangkan: martabat manusia untuk tetap hidup dengan layak.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :