Konflik Timur Tengah Tekan Subsidi Energi, Pemerintah Hitung Dampak Harga BBM

Konflik Timur Tengah Tekan Subsidi Energi, Pemerintah Hitung Dampak Harga BBM

Foto: Ist, Sumber : Net

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengakui konflik di kawasan Timur Tengah mulai mempengaruhi beban subsidi energi Indonesia. Pemerintah, kata dia, saat ini tengah menghitung secara hati-hati dampak yang mungkin timbul terhadap anggaran negara.

Bahlil menjelaskan, Indonesia juga telah mulai mengimpor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat. Kebijakan tersebut dilakukan selain sebagai realisasi kesepakatan tarif resiprokal dengan AS, juga sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan pasokan energi global akibat kemungkinan penutupan jalur migas di Selat Hormuz.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah hingga saat ini belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi.

Di sisi lain, Direktur Kebijakan dan Program Prasasti Piter Abdullah menilai tekanan terhadap penyesuaian harga BBM hampir tidak dapat dihindari.

Menurut Piter, persoalan utama bukan sekadar kenaikan harga, tetapi sejauh mana pemerintah mampu menahan tekanan tersebut melalui instrumen fiskal.

“Jika kenaikan harga ditahan melalui subsidi, maka beban fiskal akan meningkat. Namun jika dilepas, tekanan terhadap inflasi akan semakin kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak inflasi tidak hanya muncul secara langsung dari kenaikan harga BBM, tetapi juga melalui efek lanjutan terhadap biaya produksi, distribusi, serta harga berbagai barang konsumsi di masyarakat.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :