Iyeth Bustami Sosialisasikan 4 Pilar di UMRI, Gen Z diingatkan tak Terjebak Mental Inlander
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM– Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Riau I, Iyeth Bustami menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Center Universitas Muhammadiyah Riau, Kamis (05/03/2026).
Kegiatan edukasi kebangsaan tersebut dihadiri para mubaligh dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Riau, mahasiswa, serta masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku bisnis, pelaku UMKM hingga unsur masyarakat umum.
Selain menghadirkan Iyeth Bustami sebagai narasumber utama, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI, Mizan Asnawi.
Dalam pemaparannya, Mizan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.
Menurutnya, bangsa Indonesia harus memiliki simpul-simpul kekuatan sosial yang mampu menjadi perekat persatuan umat dan bangsa.
“Bangsa ini harus kuat dengan simpul-simpul kekuatan. Kita harus menjadi pelopor persatuan umat dan bangsa, serta berlapang dada terhadap adanya keyakinan yang beraneka ragam,” ujarnya.
Mizan yang juga menjabat sebagai Ketua DMI Riau menambahkan bahwa UMRI selama ini dikenal sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Hal tersebut merupakan pengejawantahan nilai Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.
“UMRI sebagai kampus dengan tingkat toleransi yang tinggi harus menjadi pelopor dalam memperkuat persatuan kebangsaan,” tambahnya.
Sementara itu, Iyeth Bustami dalam pemaparannya menyoroti pentingnya penguatan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia menyebutkan, hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman terhadap Empat Pilar justru cukup tinggi di kalangan Generasi Z.
Namun demikian, menurut Iyeth, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memastikan pemahaman tersebut benar-benar diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Kita semua tentu ingin nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan. Tetapi saat ini kita juga menghadapi pergeseran budaya, termasuk cara berpakaian dan gaya hidup yang cenderung menjauh dari nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak pada mental inlander yang cenderung mengagungkan budaya asing dan melupakan jati diri bangsa.
“Kita tidak boleh lengah dengan fenomena ini. Generasi muda harus dikuatkan dengan penanaman nilai-nilai Empat Pilar. Anak-anak kita harus memiliki mental pejuang, membangun kembali apa yang kita miliki, dan menguatkan akar budaya kita agar tidak tergerus oleh budaya luar,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Empat Pilar dapat semakin dipahami dan diamalkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.


Komentar Via Facebook :