Raihan Darma Putra Nahkodai HMI Pekanbaru, Konsolidasi Total dan Akselerasi Gerakan jadi Taruhan
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Setelah forum panjang, panas, dan penuh dinamika selama hampir dua pekan, Konferensi Cabang (KONFERCAB) Ke-XXXVII Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekanbaru akhirnya memunculkan satu nama sebagai nahkoda baru: Raihan Darma Putra.
Forum yang digelar sejak 16 Februari 2026 di Pusgit HMI Jl. Melayu dan ditutup pada malam ke-12, Senin (2/3/2026), di Rumah Kebangsaan Cipayung Plus itu bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan.
Ia menjadi arena adu gagasan, tarik-ulur kepentingan, hingga pertarungan visi tentang ke mana arah gerak HMI Pekanbaru dua tahun ke depan.
Formature Terpilih: Mesin Baru Pergerakan
Melalui pleno mufakat, forum menetapkan:
Formature HMI Cabang Pekanbaru Periode 2026–2027
Raihan Darma Putra-Formature / Ketua Umum Terpilih
Farhan Rizal Akbar-Mide Formature I
Dimas Saputra-Mide Formature II
Kemenangan Raihan bukan hanya kemenangan personal. Ia adalah simbol pergeseran fase: dari sekadar rutinitas kaderisasi menuju konsolidasi kekuatan yang lebih sistematis dan agresif.
Konsolidasi atau Stagnasi?
Dalam pidato perdananya, Raihan menegaskan bahwa periode ini bukan waktunya berpuas diri. Ia menyebut tiga kata kunci: konsolidasi, akselerasi, dan kolaborasi.
Konsolidasi bukan sekadar merapikan struktur, tetapi memperkuat soliditas komisariat. Akselerasi bukan jargon, tetapi percepatan gerak dalam isu-isu kampus dan sosial-keumatan. Kolaborasi bukan basa-basi, melainkan strategi membangun sinergi dengan elemen masyarakat dan institusi akademik.
“Kerja kolektif dan konsistensi gerakan adalah harga mati,” tegasnya di hadapan peserta forum.
Tantangan Nyata di Depan Mata
HMI Pekanbaru tidak hidup di ruang steril. Tantangan mahasiswa hari ini semakin kompleks: komersialisasi pendidikan, apatisme politik kampus, hingga krisis kepercayaan publik terhadap elite. Di titik inilah kepemimpinan Raihan diuji.
Apakah ia mampu menjadikan HMI sebagai motor advokasi mahasiswa?
Ataukah periode ini akan kembali terjebak dalam romantisme seremonial?
Dukungan dari berbagai komisariat memang mengalir deras. Namun dukungan tanpa kerja nyata hanya akan menjadi euforia sesaat.
Momentum atau Sekadar Rotasi?
KONFERCAB Ke-XXXVII ini digadang-gadang sebagai momentum kebangkitan. Forum berlangsung demokratis, penuh musyawarah, dan tetap menjaga ukhuwah kader. Namun sejarah mencatat, setiap kepengurusan selalu lahir dengan janji besar.
Yang membedakan adalah eksekusi.
Kini, Raihan Darma Putra dan tim formaturenya memikul beban harapan: mengubah energi forum menjadi gerakan konkret.
Jika konsolidasi benar-benar dijalankan dan akselerasi pergerakan bukan sekadar slogan, maka periode 2026–2027 bisa menjadi babak baru kebangkitan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekanbaru.
Jika tidak, sejarah akan mencatatnya sebagai satu lagi pergantian kepemimpinan tanpa lompatan berarti. Waktu mulai menghitung.


Komentar Via Facebook :