Marak Aktivitas PETI, Warga Sungai Kelelawar Ajak Polsek Hulu Kuantan Bersama-sama Menjaga Lingkung
Sungai Batang Antan Saat Jernih tanpa Serangan PETI
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Hampir satu tahun masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Batang Antan desa Sungai kelelawar kecamatan Hulu Kuantan, tidak bisa menyaksikan keindahan dasar sungai. Sebab, perusakan lingkungan baik itu hutan maupun sungai di desa tersebut semakin tak terkendali.
Masyarakat Sungai Kelelawar merasa bingung kenapa tidak ada penindakan dari aparat kepolisian, padahal aktivitas ilegal di wilayah tersebut sudah berlangsung lama.
" Sudah hampir setahun kami tidak bisa menikmati kejernihan sungai kami. Untuk diketahui, di hulu sungai Batang Antan merupakan sarang tambang ilegal. Ini nyata perusakan lingkungan yang terorganisir," kata ER geram.
Dikatakan narasumber, Sungai Batang Antan pernah terpilih menjadi arena perlombaan arung jeram karena kejernihannya. Akan tetapi sekarang, jangankan tempat arung jeram, mandi saja masyarakat sekitar sudah merasa was-was, karena kondisinya sudah tercemar.
" Iya. Di Sungai Batang Antan pernah digelar olahraga arung jeram pada Porprov Riau 2023 saat Kuansing menjadi tuan rumah. Aliran sungai yang menantang di tengah pemandangan alam perbukitan yang asri itu kini tak bisa lagi kami nikmati," ulasnya.
Narasumber berharap, Polsek Hulu Kuantan bisa bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman aktivitas ilegal, baik itu ilegal logging, maupun ilegal meaning. Karena, di Sungai kelelawar terdapat objek wisata Air Terjun yang terkenal dengan arung jeram nya yang harus dijaga dan dirawat bersama.
" Kami tentu sangat berharap sungai kami kembali jernih. Kepada aparat kepolisian, kami mohon dihentikan segala bentuk kegiatan ilegal di desa Sungai kelelawar," pintanya.


Komentar Via Facebook :