BI Pasang Target Tinggi! Ekonomi RI bisa Tembus 7% Lebih, Mimpi Besar atau Sinyal Serius?
Foto: ist
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Bank Indonesia (BI) memasang proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif untuk tahun-tahun ke depan.
Untuk 2026, BI memperkirakan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 4,9–5,7%, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan 2025 yang sebesar 5,11%, sekaligus melampaui target APBN 2026 sebesar 5,4%.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya menegaskan, ruang pertumbuhan ekonomi nasional masih terbuka lebar. Menurutnya, berbagai faktor domestik dan global memberi peluang ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya.
Tak berhenti di situ, BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,1–5,9%, menandakan tren akselerasi berlanjut di tengah tantangan global yang belum sepenuhnya reda.
Yang paling mencuri perhatian, BI membeberkan tiga skenario besar untuk tahun 2031.
Dalam skenario baseline, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,6–6,4%. Pada skenario optimistis, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6,1–6,9%. Bahkan, dalam skenario super optimistis, BI memproyeksikan ekonomi nasional melaju kencang di kisaran 6,9–7,7%, angka yang selama ini dianggap sulit dicapai secara konsisten.
Proyeksi ambisius ini muncul di tengah tekanan pasar keuangan, fluktuasi global, serta tantangan reformasi struktural di dalam negeri. Karena itu, publik dan pelaku pasar menanti satu pertanyaan krusial: apakah proyeksi BI akan diiringi kebijakan konkret dan konsistensi reformasi, atau sekadar optimisme di atas kertas?
Satu hal jelas, BI telah melempar sinyal kuat: Indonesia dibidik keluar dari jebakan pertumbuhan 5% dan naik kelas menuju ekonomi berkecepatan tinggi. Kini, tantangannya ada pada eksekusi.


Komentar Via Facebook :