InJourney Airports beri Diskon Tarif Bandara 50 Persen selama Mudik Lebaran 2026
Foto: Ist, Sumber :Kumparan
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Airports memastikan pemberian diskon tarif jasa penumpang pesawat udara (Passenger Service Charge/PSC) sebesar 50 persen selama periode mudik Lebaran 2026. Kebijakan tersebut berlaku untuk penerbangan domestik di seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports.
Direktur Utama InJourney Airports, Muhammad Rizal Pahlevi, mengatakan potongan tarif tersebut diberikan untuk mendukung kelancaran dan keterjangkauan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Perhubungan.
“Menindaklanjuti arahan Kementerian Perhubungan, kami kembali memberikan keringanan PSC sebesar 50 persen, terutama untuk seluruh rute domestik di Indonesia,” ujar Rizal dalam keterangannya di Menara Kompas, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Diskon PSC tersebut secara langsung mengurangi salah satu komponen biaya dalam harga tiket pesawat yang dibayarkan penumpang. Dengan adanya keringanan tarif bandara, diharapkan harga tiket pesawat selama masa angkutan Lebaran dapat lebih terjangkau.
Selain memberikan diskon kepada penumpang melalui pengurangan tarif pelayanan jasa penumpang (PJP2U), InJourney Airports juga memberikan keringanan kepada maskapai nasional berupa potongan tarif pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U).
Rizal menyatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran operasional bandara dan upaya menekan biaya perjalanan udara selama musim mudik. Ia berharap insentif tersebut dapat mendorong maskapai untuk menjaga stabilitas harga tiket.
“Kami sebagai operator bandara memastikan operasional tetap berjalan maksimal dan aman, namun tetap memberikan insentif agar masyarakat bisa pulang kampung dengan biaya yang lebih terjangkau,” kata Rizal.
Kebijakan diskon PSC sebelumnya juga diterapkan pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di 37 bandara yang berada di bawah pengelolaan InJourney Airports, hasil penggabungan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.
Meski kebijakan ini berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan hingga sekitar Rp 250 miliar, Rizal menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk dukungan BUMN terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat selama periode libur panjang.


Komentar Via Facebook :