Pembangunan Sarana Makodim Kuansing Belum Tuntas, Kontraktor Sebut Kendala Material
KUANSING - Proyek pembangunan sarana pendukung Makodim Kuantan Singingi (Kuansing) yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025 terpantau belum rampung sepenuhnya hingga awal tahun 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (3/1/2026), sejumlah pekerja masih melakukan aktivitas penyelesaian bangunan.
Pemerintah Kabupaten Kuansing sebelumnya telah mengalokasikan dana sekitar Rp4,7 miliar pada tahun 2025 untuk membangun sejumlah fasilitas vital. Fasilitas tersebut meliputi gedung gudang amunisi, pos jaga, serta beberapa unit asrama bagi personel TNI.
Dari pantauan langsung, bangunan gudang amunisi dan pos jaga terlihat telah selesai dikerjakan secara fisik. Namun, pekerjaan pada bangunan asrama masih menyisakan beberapa bagian yang belum tuntas, di antaranya pemasangan plafon, pengerjaan lantai, serta pemasangan kanopi di bagian depan gedung.
Sarbini, pengawas lapangan dari CV. Tuah Jaya Mandiri selaku pemenang tender, mengakui adanya keterlambatan dalam penyelesaian proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah sulitnya mendapatkan bahan baku material.
"Kemarin sempat terkendala karena adanya acara Pacu Jalur, sehingga pasir susah didapatkan. Selain itu, beberapa bahan material tidak tersedia di sini, sehingga terpaksa kami datangkan dari Pekanbaru," ujar Sarbini saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (3/1).
Meski telah melewati tahun anggaran, Sarbini mengklaim bahwa progres pembangunan saat ini sudah mendekati tahap akhir. Ia optimis pengerjaan dapat selesai dalam waktu dekat.
"Perkiraan kami progresnya sudah mencapai 85 persen. Mungkin dalam dua minggu lagi semuanya sudah tuntas," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuansing, Ade Fahrer Arif, belum memberikan rincian detail mengenai progres pembangunan maupun sanksi keterlambatan yang mungkin dikenakan kepada kontraktor.
"Nanti saya tanya dulu," jawab Ade singkat saat dikonfirmasi terkait progres spesifik proyek tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih terus menggesa pengerjaan asrama agar fasilitas pendukung markas komando militer tersebut dapat segera difungsikan secara maksimal. (***)


Komentar Via Facebook :