Dimana Standar Keselamatan

Dentuman Dini hari di Rengat Barat: Pipa Gas PT TGI Meledak, Rumah Warga Hancur

Dentuman Dini hari di Rengat Barat: Pipa Gas PT TGI Meledak, Rumah Warga Hancur

RENGAT, RANAHRIAU.COM- Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mendadak berubah mencekam. Jumat (09/01/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, dentuman keras membelah sunyi malam.

Bukan petir, bukan pula gempa melainkan ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Sedikitnya lima unit rumah warga rusak, sebagian parah. Tanah terhambur, pekarangan berlubang besar dan dalam, material ledakan menghantam dinding rumah.

Warga terbangun dalam kepanikan, sementara hujan mengguyur lokasi seolah meredam potensi api, sebuah keberuntungan di tengah malapetaka.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar memastikan tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan tak terbantahkan.

Rumah milik Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi, dan Edi Tamsil menjadi saksi betapa dekatnya permukiman rakyat dengan infrastruktur berisiko tinggi.

“Rumah Ahmad Hojali mengalami kerusakan cukup parah karena lokasinya sangat dekat dengan pipa gas,” ujar Fahrian.

Polisi menduga kebocoran pipa gas sebagai pemicu ledakan. Ledakan yang cukup kuat itu terdengar luas, meninggalkan kawah di tanah sebuah tanda bahwa yang meledak bukan perkara sepele.

Pertanyaannya mengemuka: bagaimana standar pengawasan dan pemeliharaan pipa gas di kawasan padat penduduk?

Pascaledakan, PT TGI menutup aliran gas dan menyatakan tengah melakukan perbaikan serta berkoordinasi dengan warga terdampak terkait ganti rugi.

Namun bagi warga, persoalan tak berhenti pada perbaikan teknis dan kompensasi materi. Rasa aman telah retak.

Peristiwa ini mengingatkan publik pada kejadian serupa di wilayah lain di Riau. Bedanya, kali ini hujan menyelamatkan keadaan dari kebakaran. Apakah keselamatan publik harus bergantung pada cuaca?

Di negeri bertuah ini, pepatah Melayu berbisik tajam: “Jika pagar makan tanaman, ke mana lagi rakyat bersandar?”

Ledakan sudah berlalu. Lubang di tanah mungkin bisa ditimbun. Tapi lubang dalam pengawasan, itulah yang harus segera ditutup, sebelum dentuman berikutnya kembali membangunkan rakyat di tengah malam.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :