IMM Riau Apresiasi Penggerebekan Rokok Ilegal, Sindir lemahnya Pengawasan bea Cukai Daerah
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Penggerebekan gudang rokok ilegal berskala besar di Pekanbaru oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menuai apresiasi.
Namun di balik penyitaan ratusan juta batang rokok tanpa pita cukai itu, tersimpan ironi yang tak bisa ditutup dengan angka kerugian negara semata.
DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau menilai, operasi besar tersebut memang menegaskan bahwa negara masih mampu hadir menghadapi praktik ekonomi ilegal.
Akan tetapi, fakta bahwa penindakan masif baru terjadi setelah intervensi langsung dari pusat justru membuka pertanyaan serius soal efektivitas dan kepekaan aparat di daerah.
“Seharusnya Bea dan Cukai Riau menjadi garda terdepan pengawasan, bukan penonton yang bergerak setelah pusat turun tangan,” tegas DPD IMM Riau dalam pernyataan sikapnya.
Menurut IMM Riau, peredaran rokok ilegal bukanlah fenomena baru atau kasus tersembunyi. Praktik ini telah lama menjadi pengetahuan publik dan kerap dibicarakan di ruang-ruang masyarakat.
Bahkan, DPD IMM Riau bersama Pusat Bantuan Hukum IMM Riau mengaku telah berulang kali menyuarakan persoalan ini, termasuk dugaan beroperasinya gudang rokok ilegal di Kabupaten Kampar yang disebut-sebut aktif dalam waktu lama namun nyaris tak tersentuh penindakan.
“Kenyataan bahwa tindakan tegas justru datang dari pusat memberi kesan kuat bahwa pengawasan di tingkat wilayah tidak berjalan optimal,” lanjut IMM Riau.
Lebih jauh, IMM Riau mengingatkan agar negara tidak terjebak pada penindakan simbolik. Rokok ilegal, kata mereka, hanyalah satu wajah dari persoalan besar kepabeanan dan ekonomi gelap di Riau.
Di baliknya, masih marak peredaran barang elektronik ilegal, pakaian, hingga sepatu impor tanpa dokumen resmi, tanpa bea masuk, dan tanpa kepastian hukum.
“Barang-barang ilegal itu masuk melalui jalur yang sama, memanfaatkan celah yang serupa, dan menimbulkan kerugian negara dengan pola yang hampir identik. Secara hukum, pelanggarannya setara,” tegas IMM Riau.
Karena itu, IMM Riau mendesak agar DJBC tidak berhenti pada penindakan rokok ilegal semata. Penelusuran terhadap jaringan distribusi barang elektronik ilegal yang selama ini beredar bebas di pasar-pasar lokal dinilai mendesak dan harus dilakukan secara terbuka.
Bagi IMM Riau, penegakan hukum tidak boleh bergantung pada sorotan nasional atau tekanan pusat.
Tanpa kesadaran dan tanggung jawab aparat di daerah, hukum hanya akan tampak tegas di atas kertas, namun ragu-ragu di lapangan.
“Negara tidak kekurangan aturan, tetapi sering kali kekurangan keberanian untuk menegakkannya secara konsisten,” kritik IMM Riau.
DPD IMM Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral gerakan mahasiswa.
Penggerebekan hari ini, kata mereka, patut diapresiasi. Namun yang jauh lebih penting adalah konsistensi penindakan ke depan.
“Hukum tidak diuji oleh satu penggerebekan besar, tetapi oleh keberanian menertibkan semua pelanggaran tanpa menunggu pusat turun tangan,” tutup pernyataan tersebut.


Komentar Via Facebook :