Kombes Pol Ade Kuncoro : Penyelidikan Kasus Penangkapan Excavator di Kuansing Masih Berjalan.!!
Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Riau
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Setelah Dikabarkan Hilang dari lokasi penangkapan, keberadaan Excavator yang Disita BKSDA Riau di hutan kawasan Suaka margasatwa Pangkalan Indarung pada September 2025 lalu, kini mulai terdeteksi keberadaan nya.
Narasumber ranahriau.com yang sengaja tidak dituliskan namanya, menyebut bahwa alat Sumitomo warna kuning sitaan BKSDA itu sekarang berada di desa Pangkalan Indarung, kecamatan Singingi kabupaten Kuantan Singingi.
Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi publik, kenapa penanganan kasus tersebut tergolong lamban dan prosesnya terkesan diulur-ulur. Sebab, kasus ini sudah bergulir hampir empat bulan di Polda Riau, terhitung sejak tanggal 2 September 2025.
Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Riau, kepada ranahriau.com Senin (22/12/2025) mengungkapkan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan yang mendalam terkait kasus tersebut.
" Proses penyelidikan masih berjalan," tegas Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan
Terkait kasus ini, Polda Riau menunjukkan komitmennya dalam menjaga hutan. Ditreskrimsus Polda Riau sudah memanggil sejumlah saksi, namun Kombes Pol Ade Kuncoro tidak merinci siapa saja yang sudah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.
" Nanti kalau sudah ada progres akan di info kembali. Saksi sudah dipanggil, tapi itu bagian dari proses lidik sidik kami," tutupnya.
Hilangnya alat excavator yang disita BKSDA Riau di Pangkalan Indarung ternyata menjadi perhatian publik. Salah satunya Ketua Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu Riau (APMBR), Muhammad Arsyad juga mengikuti perkembangan proses hukumnya.
Arsyad menilai, hilangnya alat excavator sitaan BKSDA Riau di lokasi penangkapan adalah merupakan kelalaian dari aparat penegak hukum, dan diduga adanya kongkalingkong antara pemilik alat dengan oknum.
" Tiga bulan berlalu, polda Riau masih saja melakukan penyelidikan. Infonya pemilik alat sudah dipanggil, termasuk saksi-saksi lainnya. Kok tak kunjung ada penetapan tersangka. Ada apa ? Kita berharap Polda Riau khususnya krimsus Polda Riau serius memproses kasus ini, agar kepercayaan publik terhadap Polda Riau tidak pudar," ujar ketua APMBR mengakhiri.


Komentar Via Facebook :