Agung Nugroho resmi Lantik Pj Sekda Pekanbaru
Dukung Ingot Ahmad Hutasuhut, Pemuda Muhammadiyah Riau: Penunjukan sudah Tepat
Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM resmi melantik Ingot Ahmad Hutasuhut sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Rabu (3/12/2025) siang, di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Terpilihnya Ingot Ahmad Hutasuhut sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru langsung memantik gelombang dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Salah satu yang paling keras menyuarakan optimisme adalah Pemuda Muhammadiyah Riau, yang menyebut penetapan Ingot sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali nadi birokrasi kota yang selama ini kerap tersendat di simpul-simpul kepentingan internal.
Dalam pernyataan resminya, Ketua Pemuda Muhammadiyah Riau, Rizal S menilai kehadiran Ingot bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi restart penting untuk memutus mata rantai lambannya koordinasi dan ruwetnya manajemen pemerintahan.
“Ingot Ahmad Hutasuhut adalah figur yang kami nilai bersih, terukur, dan mampu bekerja tanpa drama. Pekanbaru membutuhkan Sekda yang bukan hanya paham administrasi, tapi juga berani menggebrak meja ketika pelayanan publik tersendat,” tegas Rizal.
Dukungan ini juga ditujukan kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, yang dianggap berani menempatkan sosok pekerja dibanding sekadar simbol politik.
Sebelumnya diketahui dari berbagai sumber, Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM resmi melantik Ingot Ahmad Hutasuhut sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Rabu (3/12/2025) siang, di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru
Pelantikan dihadiri langsung Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Asisten III Setdaprov Riau M Job Kurniawan, dan para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Pemuda Muhammadiyah Riau menilai kehadiran Ingot membuka peluang besar untuk: mempercepat reformasi pelayanan publik, membersihkan bottleneck birokrasi, serta memastikan roda pemerintahan bergerak lebih efisien dan transparan.
Namun, dukungan tersebut bukan cek kosong. "Kami mendukung, tapi kami juga mengawasi. Jabatan Sekda adalah pusat kendali pemerintahan.
"Kalau pusat kendali itu lemah, seluruh kapal pemerintah akan oleng. Ingot harus membuktikan bahwa ia bukan pemain lama dengan gaya lama,” tambah Rizal.
Pemuda Muhammadiyah Riau menegaskan siap berada di barisan depan untuk mendorong dan juga menegur, jika diperlukan.
Rizal menyebut publik Pekanbaru tidak butuh janji manis, tetapi keberanian membuat keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dengan masuknya Ingot Ahmad Hutasuhut ke kursi Sekda, ekspektasi terhadap reformasi birokrasi kembali menguat.
Kini mata publik menunggu: apakah Ingot benar-benar menjadi lokomotif perubahan, atau hanya roda lain dalam mesin birokrasi yang sudah lama bergerak lamban.
Pemuda Muhammadiyah Riau memastikan satu hal, mereka akan terus mengawal, mengingatkan, dan mengkritisi tanpa kompromi demi Pekanbaru yang lebih tertib dan lebih bermartabat.


Komentar Via Facebook :