Coffee Morning Pendam XIX/TT: Diplomasi Kopi Panas ditengah Perebutan Narasi Publik
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dibalik aroma kopi yang mengepul di Kopitiam Jalan Thamrin, Selasa pagi itu (25/11/2025), Pendam XIX/Tuanku Tambusai menggelar sebuah manuver komunikasi yang tampak sederhana, tetapi sarat pesan strategis: Coffee Morning bersama para pewarta.
Acara yang dibungkus dengan kehangatan itu sejatinya menjadi panggung diplomasi wacana antara TNI dan media—dua entitas yang kerap bersinggungan dalam perebutan ruang informasi publik.
Kapendam XIX/TT, Letkol Inf Muhammad Faisal Rangkuti, tampil sebagai arsitek narasi. Dalam nada merunduk namun tegas, ia menyampaikan bahwa media adalah “mitra strategis” yang menentukan kualitas informasi dan stabilitas wilayah.
Pesan ini bukan sekadar basa-basi seremonial; ia adalah sinyal bahwa TNI ingin memastikan setiap informasi yang beredar tidak menjadi bara yang memanaskan situasi di lapangan.
“Media adalah jembatan informasi sekaligus mitra penting dalam menjaga kondusivitas,” ujarnya. Pernyataan yang tampak netral, tapi menyimpan makna: kendali narasi adalah bagian dari kendali keamanan.
Di sisi lain, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar membalas gesture tersebut dengan apresiasi. Namun apresiasi itu juga menyiratkan negosiasi halus: media butuh akses, TNI butuh stabilitas informasi. Hubungan yang simbiosis, tetapi rapuh bila komunikasi tidak dibangun secara transparan.
Coffee Morning ini adalah upaya Pendam XIX/TT merawat kanal dialog sambil menguji suhu hubungan kedua pihak. Dalam iklim informasi yang makin bising, kedua institusi ini tampaknya menyadari: tanpa sinergi, ruang publik bisa menjadi ladang liar hoaks dan framing tak terkendali.
Pada akhirnya, acara yang dibungkus keakraban itu bukan sekadar pertemuan santai. Ia adalah strategi komunikasi, diplomasi narasi, sekaligus penguatan pagar informasi.
Pendam XIX/TT berharap kemitraan yang sudah terbangun bukan hanya harmonis di permukaan, tetapi kuat menghadapi turbulensi informasi yang setiap saat bisa berubah menjadi badai.


Komentar Via Facebook :