Ratusan Ikan Mati Mendadak di Sungai Kampar, Ketua Umum KMPKS Meledak: RAPP harus Tanggung Jawab

Ratusan Ikan Mati Mendadak di Sungai Kampar, Ketua Umum KMPKS Meledak: RAPP harus Tanggung Jawab

Foto: Ist

PELALAWAN, RANAHRIAU.COM— Aroma skandal lingkungan kembali menyeruak dari jantung industri raksasa di Pelalawan. Ratusan ikan ditemukan mati mendadak di Sungai Kampar, Desa Sering, dan sorotan publik langsung tertuju pada satu nama besar: PT RAPP.

Agung Maulana, Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial (KMPKS), tak lagi menahan amarah. Ia secara terbuka mendesak Dirut PT RAPP, Mulia Nauli, untuk bertanggung jawab penuh terkait dugaan pembuangan limbah berbahaya yang meracuni sungai dan merugikan masyarakat.

“Cukup sudah. Ekosistem rusak, masyarakat sengsara, ikan mati massal. Ini bukan pertama kali mereka ditegur, tapi tetap saja berani bermain-main dengan lingkungan,” tegas Agung dalam aksi demonstrasi yang berlangsung panas di depan Pos 2 PT RAPP, Jumat pukul 14.00 WIB.

DLH Turun, Alat Penguji Air Justru Error: ‘Ada yang Aneh!’

Kejadian ini makin mengundang tanda tanya ketika alat uji air milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan mengalami error saat pengujian berlangsung.

Bagi warga, ini bukan sekadar gangguan teknis — ini alarm keras bahwa kualitas air Sungai Kampar telah terkontaminasi parah.

“Kalau alat saja tidak sanggup membaca level pencemaran air, berarti pencemaran itu sudah di luar batas wajar,” ujar Agung, menuding ada sesuatu yang “sangat tidak beres” dengan kondisi sungai.

Masyarakat Desa Sering selama ini sudah sering mengeluh: air berubah warna, bau menyengat, dan habitat sungai mulai hilang satu per satu. Namun keluhan itu seperti hilang tertiup angin setiap kali sampai ke meja perusahaan.

Aksi Jalanan Memanas: ‘Jika Tidak Ada Pertanggungjawaban, Skala Aksi Akan Kami Lipatgandakan!’

Aksi yang digelar KMPKS bersama Aliansi Keadilan Bermarwah Pelalawan (AKBP) berlangsung keras dan lantang.
Spanduk digelar, orasi menggema, dan tuntutan mengerucut pada satu hal:i

Drut PT RAPP, Mulia Nauli, harus turun tangan langsung dan bertanggung jawab atas dugaan pencemaran ini. Agung mengancam, jika perusahaan tetap diam:

“Kami siap kembali turun dengan massa yang lebih besar. Kami tidak main-main! Lingkungan adalah nyawa masyarakat.”

Seruan ke Pemerintah Pusat: Presiden Prabowo Diminta Cabut Izin PT RAPP

Dalam pernyataan paling tajamnya, Agung Maulana meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mencabut izin usaha PT RAPP.

“Ini bukan kesalahan kecil. Ini kejahatan lingkungan yang merugikan masyarakat Desa Sering. Jika negara hadir, maka izin perusahaan ini harus ditinjau ulang bahkan dicabut!”

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :