Tantang Kejati bersikap Tegas
SDN 24 Tarai Bangun Terseret Dugaan Skandal Pungli, AMBR: Masa Depan Anak Jangan Dijual Murah
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dunia pendidikan di Kabupaten Kampar kembali tercoreng.
Ketua Aliansi Mahasiswa Bersatu Riau (AMBR), Muhammad Arsyad, secara lantang menyoroti adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap Dana Program Indonesia Pintar (PIP) serta pungutan uang les tambahan di SD Negeri 24 Tarai Bangun, Desa Tarai Bagun, Kampar.
Dalam keterangannya, Senin (22/8/2025), Arsyad menyebut praktik tersebut bukan hanya melawan aturan hukum, tapi juga mencederai hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan gratis.
“Ini jelas bentuk pelanggaran. Negara sudah menjamin pendidikan dasar tanpa biaya.
"Tapi faktanya, wali murid masih dibebani pungutan les dan pemotongan Dana PIP. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Arsyad menegaskan, praktik pungli tersebut bertentangan dengan:
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah
Perpres No. 82 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Pintar
Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan
Pernyataan Sikap & Tuntutan AMBR
1. Mendesak pihak sekolah menghentikan segala bentuk pungli yang membebani wali murid.
2. Menuntut transparansi penggunaan Dana PIP dengan membuka laporan penerimaan dan penyaluran ke publik.
3. Menolak keras pungutan uang les wajib di sekolah negeri.
4. Meminta Dinas Pendidikan Kampar dan Inspektorat segera turun tangan melakukan investigasi.
Tidak hanya itu, Arsyad juga menantang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau untuk bergerak cepat:
1. Melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan pungli Dana PIP dan uang les.
2. Memanggil Kepala Sekolah dan oknum guru yang diduga terlibat.
3. Mengembalikan seluruh dana yang dipungut secara ilegal kepada wali murid.
“Kalau aturan dijalankan dengan benar, tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Negara sudah menyediakan bantuan.
"Jangan sampai masa depan generasi kita dikorbankan karena ulah segelintir oknum rakus,” tutup Arsyad dengan tegas.


Komentar Via Facebook :