Disaksikan Ketua dan Anggota DPRD Bengkalis
Masa Aksi Mahasiswa Minta Kadishub Bengkalis di Copot, Adi Pranoto: Beri Kami Waktu Satu Bulan
Perwakilan Masa Aksi Mahasiswa Diruang Banmus Bersama Ketua DPRD DPRD Bengkalis dan Forkopimda
BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Setelah melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Bengkalis, perwakilan dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Bengkalis (Geram) masuk kedalam kantor DPRD Bengkalis, bertempat di ruangan Badan Musyawarah (Banmus) untuk berdialog terkait 8 tuntutan masa aksi.
Pada saat berdialog, dihadiri ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha didampingi Wakil Ketua I Arsya Fadillah, ketua II Hendri Ketua II, Hendrik Saputra Pangaribuan, Wakil ketua III H. Misno dan anggota fraksi DPRD, Sekda Bengkalis Ersan Saputra, Forkopimda serta perwakilan mahasiswa masa aksi.
Dalam dialog berlangsung masa aksi dengan tegas menyuarakan ketegasan terkait masalah Roll On Roll Off (Roro) di Bengkalis yang semakin hari semakin parah dengan antrean berjam jam dan kotornya fasilitas di pelabuhan roro, serta tidak tuntasnya Kadishub Bengkalis untuk mengurus pada transportasi umum.
Koordinator umum (Kordum) Asrul Syahputra menyampaikan, masa aksi telah menyuarakan terkait roro dengan keluhan masyarakat Bengkalis, tapi kadishub menjawab semua pertanyaan dari mahasiswa tersebut. Namun jawaban dari kadishub itu adalah teknis yang mana masa aksi tidak merasa puas.
Sebelum melakukan aksi damai ini, kami juga sudah melayangkan dua kali surat ke dinas perhubungan (Dishub) untuk berdialog atau diskusi terkait permasalahan roro. Namun, surat kami diabaikan dari pihak Dishub," ujar Kordum Geram Asrul Syahputra bersama perwakilan aksi lainnya di hadapan ketua DPRD Bengkalis dan anggota, Rabu (3/9/2025).
Maka dari itu, masa aksi meminta kepada Kadishub agar menyatakan sikap atau mengundurkan diri jika tidak mampu mengatasi permasalahan yang kerap terjadi.
Foto: Kadishub Bengkalis Adi Pranoto Saat di Konfirmasi Wartawan Usai Berdialog Diruang Banmus Bersama Masa Aksi Mahasiswa
Diruangan Banmus, Kadishub Bengkalis Adi Pranoto di hadapan ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha dan masa aksi yang hadir menyampaikan terkait kejadian saat ini kapal roro hanya 2 unit beroperasi. Yang menyebutkan kapal docking dan sebagainya untuk menghindar dari berbagai alasan permasalahan terjadi.
Ia menjelaskan, bahwa kapal roro yang beroperasi biasanya ada 4 unit di lintasan. Namun, lantaran ada 3 unit kapal yang docking. Seharusnya docking kapal roro itu dilakukan pada bulan Mei 2025 lalu, oleh karena adanya MTQ di tingkat Provinsi kemarin, dari pihak kapal menundakan docking.
Dari kekurangan armada roro tersebut, ia berjanji dan menyatakan sikap untuk mengantisipasi meminta agar dalam satu bulan ini untuk mengembalikan semua roro yang sedang docking ke Bengkalis. Dan untuk sistim di momen Posko menyambut Natal dan tahun baru (Nataru) nantinya sudah melakukan e-tiketing.
"Beri kami waktu, jika ini tidak terjadi selama satu bulan kami siap menerima konsekuensinya," ungkap Kadishub Bengkalis Adi Pranoto di ruang Banmus.
Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha menegaskan agar dengan segera Kadishub mencari solusi terbaik terkait kapal roro ini. Perlu saya sampaikan, mengenai 8 tuntutan ini, kami tidak bisa berjanji, tetapi kami di DPRD akan memberikan bukti aksi nyata kedepannya.
Yang pertama terkait permasalahan roro dan mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bengkalis, karena dinilai tidak tuntasnya dengan pelayanan pelabuhan dan kapal roro.
"Semua tuntunan aksi Geram akan kami sampaikan kepada Bupati Bengkalis. Beri kami waktu untuk menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya.
Usai melakukan pertemuan dialog bersama masa aksi, Kadishub Bengkalis Adi Pranoto dikonfirmasi wartawan terkait kapal Roro KMP Tasim Gemilang milik pemerintah daerah menyampaikan, bahwa kapal tersebut keberadaannya sekarang di atas air.
KMP Tasik Gemilang akan di jual, dan sudah mengikuti 3 kali proses lelang. Terakhir pada proses lelang tersebut dengan harga Rp 3,9 M, melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Namun, sampai saat ini belum terjual.
Selanjutnya, ia menjelaskan terkait docking kapal kami sudah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) nantinya pada pertiga bulan mereka melakukan pengecekan fisik kapal.
"Nah, solusi terdekatnya ia katakan bahwa sudah berkoordinasi dengan pihak kapal dari dua perusahaan, KSOP dan melibatkan kementerian perhubungan sudah mengecek ke tempat docking," ujarnya.
Untuk KMP Mutiara Pertiwi II pada minggu kedua ini sudah bisa masuk ke lintasan, dan KMP Swarna Putri pada Minggu ketiga.
"Dan kapal satunya lagi belum bisa naik docking, karena posisi di galangan docking masih penuh. Maka dari itu masih menunggu kapal yang lain keluar baru bisa masuk docking," ungkap Kadishub.


Komentar Via Facebook :