Tetap Berfikir Kritis tapi Jangan Mudah Terprovokasi
Konferensi Pers Pemuda Muhammadiyah Riau dan Pemuda Lintas Organisasi Lintas Agama
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Ketua Pemuda Muhammadiyah Riau, Rizal S hadir dalam agenda Konferensi Pers yang diiikuti oleh sejumlah Tokoh Pemuda lintas Organisasi dan agama terkait Dinamika Demokrasi yang baru baru ini terjadi di Negara Indonesia dan Riau pada khususnya.
Konferensi ini dilaksanakan di Rumah Toleransi Gerakan Pemuda Anshar, Selasa (02/09/2025).
Pantauan dilapangan, turut hadir Ketua PW GP Ansor Riau Khoirul Huda, Ketua PW GP Tata Haira, Sekretaris DPD PERADAH Indonesia-Riau Putu Widyarsa, Ketua DPD GAMKI Riau Maruti Silaban, Ketua Pemuda Katolik Komda Riau Agustinus Dian Barnawan, serta Ketua PW GEMABUDHI Riau Peter Darmawan.
Dalam keterangannya Rizal S mengatakan kehadiran Pemuda Muhammadiyah dalam agenda ini adalah sebagai bentuk aksi tanggap Pemuda Muhammadiyah Riau terhadap berbagai macam dinamika dan isu yang terjadi dalam beberapa hari ini.
Sebelumnya Rizal mengatakan Pemuda Muhammadiyah Riau tetap mengambil sikap untuk tidak terpengaruh terhadap segala bentuk provokasi dan isu yang beredar di masyarakat.
"Kami merasa prihatin terhadap kondisi negara pada saat ini. Mari saling berbenah dan Instropeksi Diri. " Ujarnya.
Rizal juga mengajak para pemuda untuk tetap berfikir kritis, Namun tidak mudah terpengaruh dengan isu Provokatif dilapangan.
"Berfikir Kritis boleh-boleh saja, tapi tidak boleh terprovokasi oleh anarkisme dan kericuhan yang rawan ditunggangi oleh pihak lain sehingga dapat membahayakan keutuhan bangsa. " sebutnya.
Ketua PW GP Ansor Riau, Khoirul Huda, sebagai juru bicara menegaskan bahwa para pemuda lintas iman merasa prihatin terhadap kondisi Indonesia saat ini.
Mereka menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dalam aksi unjuk rasa, baik yang mengalami luka-luka maupun yang meninggal dunia.
Dalam sembilan poin pernyataannya, organisasi pemuda lintas iman di Riau menekankan pentingnya pemerintah dan DPR mendengar tuntutan rakyat serta mengevaluasi kebijakan yang dinilai membebani masyarakat.
Pertemuan ini kemudian menghasikan 9 point pernyataan oleh organisasi pemuda lintas iman di Riau, diantaranya menekankan pentingnya pemerintah dan DPR mendengar tuntutan rakyat serta mengevaluasi kebijakan yang dinilai membebani masyarakat.
Mereka juga mendesak pimpinan partai politik untuk menertibkan kader maupun pengurus partai yang mengeluarkan pernyataan provokatif dan melukai hati rakyat.
Lebih lanjut, para pemuda lintas iman mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi agar tetap tertib dan tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis seperti perusakan, pembakaran, maupun penjarahan.
Mereka juga mengingatkan agar masyarakat menolak segala bentuk penggiringan isu SARA yang berpotensi memecah belah bangsa dan mengulang tragedi kelam seperti kerusuhan 1998.
Di sisi lain, mereka meminta aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, untuk mengedepankan pendekatan yang terukur dalam menjaga ketertiban.
Aksi damai harus dilindungi, sementara pelaku anarkis harus ditindak tegas karena dinilai memicu kerusuhan dan merugikan masyarakat.
Selain itu, organisasi pemuda lintas iman juga menginstruksikan kader di seluruh daerah agar bergotong royong bersama masyarakat menjaga fasilitas umum, membangun ruang dialog dengan tokoh agama dan masyarakat, serta membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga di daerah masing-masing.
Komitmen untuk menjunjung tinggi adat istiadat di bumi Melayu juga menjadi bagian penting dari pernyataan sikap tersebut.
Sebagai penutup, mereka mengapresiasi langkah Gubernur Riau, Kapolda Riau, dan DPRD Riau yang telah memfasilitasi aspirasi mahasiswa dan masyarakat dengan damai.
"Kami ingin menegaskan, komitmen kami adalah menjaga persatuan, mengedepankan dialog, dan memastikan Riau tetap menjadi contoh harmoni di tengah keberagaman,” ujar Khoirul Huda.


Komentar Via Facebook :