Puisi tentang Hening: Renungan Kalbu, Karya Mamiek
Renungan Kalbu
Oleh: Mamiek
Hanyut dalam hening malam
Sang sufi menatap langit
Tak ada suara, hanya desir angin
Membawa rindu pada Kekasih
Bukan dunia yang ia dapati
Tapi nyala lentera dalam hati
Bawalah jiwaku tenggelam di lautan rahmat-Mu
Cepu, 14 Maret 2025
Mamik Slamet, lebih sering disapa Mamik merupakan seorang penulis kelahiran Rembang, pada tanggal 9 Agustus, tinggal di Cepu Blora Jateng. Sempat mengais ilmu di Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Menekuni penulisan sastra melalui kelas menulis dasar, seminar, bedah karya, workshop.
Hasil jerih payahnya terlunasi ketika terbit puisi perdana berjudul “Rampai Aksara Merindu." Menyusul karya lain, termasuk rajin ikut event.
Mengoleksi karyanya beragam rampai puisi dan cerpen yang pernah ia tulis. Juga sempat memperoleh beberapa kejuaran. Ada enam buku kumpulan puisi solo dan banyak buku kolaborasi serta antologi puisi dan cerpen yang dipublikasi berbagai penerbit.
Salah satu karya dalam rangka gelar karya Hari Pemuisi Nasional Malaysia berhasil lolos
dan dimuat di Jurnal Sastra Malaysia.


Komentar Via Facebook :