Garuda Punya 3 Juru Taktik Anyar dari Belanda

Thom Haye Ternyata Sudah Tahu Gaya Kepelatihan Kluivert, Alex Pastoor, hingga Deny Landzaat

Thom Haye Ternyata Sudah Tahu Gaya Kepelatihan Kluivert, Alex Pastoor, hingga Deny Landzaat

Potret punggawa lini tengah Timnas Indonesia, Thom Haye yang dijuluki El Professor. (Instagram.com/@thomhaye)

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye mengungkap pernah dilatih oleh juru taktik anyar skuad Garuda, Patrick Kluivert di akademi klub di Belanda, AZ Alkmaar.

Hal itu dibuktikannya dengan memamerkan sejumlah foto dirinya saat dilatih Kluivert saat melakukan sesi latihan di akademi AZ Alkmaar, pada periode tahun 2008-2010.

Pemain di skuad Garuda dengan julukan El Professor itu juga menyebut kala itu Kluivert bergabung di tim kepelatihan AZ Alkmaar terkait kursus kepelatihan.

"Saya bermain di tim muda AZ Alkmaar, dan saya pikir Kluivert bergabung karena kursus kepelatihannya," ucap Haye dalam siniar YouTube The Haye Way yang tayang pada Sabtu, 18 Januari 2025.

Haye juga menilai kehadiran Kluivert pada 17 tahun lalu di akademi klub Belanda itu untuk mengembangkan diri sebagai pelatih profesional. "Saya rasa (Kluivert) untuk berkembang sebagai pelatih saat ia bergabung dengan tim muda AZ," terangnya.

Pensiun sebagai Pemain, Kluivert Ambil Kursus Kepelatihan

Haye menuturkan Kluivert tidak ambil waktu banyak setelah sang pelatih anyar Garuda itu pensiun sebagai pemain sepak bola. "Kluivert pensiun sebagai pemain bola pada 2008, langsung berkarier sebagai pelatih di akademi itu (AZ Alkmaar)," tutur Haye.

Haye bercerita selama dilatih oleh Kluivert, dirinya mendapatkan banyak masukan berdasarkan pengalaman sang mantan striker klub asal Spanyol, FC Barcelona itu.

"Kluivert menurut saya membantu banyak tim muda selama latihan, berbagi pengalamannya, dan juga belajar sebagai pelatih," tambahnya.

Unggahan Instagram Thom Haya saat dirinya masih dilatih oleh Patrick Kluivert di akademi AZ Alkmaar musim 2008-2010. (Instagram.com/@thehayeway)

Suka Mengasah Kemampuan Striker di Youth AZ Alkmaar

Haye mengungkap Kluivert cenderung berfokus untuk mengasah kemampuan para pemain muda di lini serang AZ Alkmaar.  

"Kita tahu, (Kluivert) mantan striker Barcelona dan lebih fokus menjadi pelatih striker di AZ hingga 2010," terang Haye dalam kesempatan yang sama

Haye menjelaskan karakter atau gaya kepelatihan Kluivert itu membuat para penyerang di akademi AZ Alkmaar saat itu mengasah naluri mencetak gol.

"Dia (Kluivert) tahu cara memberikan instruksi kepada pemain penyerang untuk menggunakan nalurinya di depan gawang," jelasnya.

Posisi itu kemudian ditinggalkan Kluivert, setelah dapat tawaran menjadi asisten pelatih di klub Australia Brisbane Roar pada musim 2011-2012.

Dilansir dari Transfermarkt, Haye memang pemain binaan AZ Alkmaar saat usianya masih 11 tahun, tepatnya pada musim 2006-2012. Setelah enam tahun di akademi AZ-Alkmaar, Haye promosi ke tim utama pada 2012 silam. 

Pada masa muda Haye itulah yang ternyata menjadi pertemuan pertama antara Haye dengan Kluivert terjadi. 

Di sisi lain, Haye juga ternyata pernah merasakan dirinya dilatih oleh juru taktik lainnya yang kini membantu Kluivert bersama Garuda, yakni Alex Pastoor dan Deny Landzaat.

Haye: Kolaborasi Kluivert dengan Pastoor-Landzaat Bakal Hebat

Dalam kesempatan berbeda, Haye juga mengetahui gaya kepelatihan dua asisten Kluivert di Timnas Indonesia, yakni Alex Pastoor dan Deny Landzaat.

Pada tahun 2016 silam, Landzaat ditunjuk sebagai pelatih AZ Alkmaar U-15 dan juga masih dihuni oleh Haye di usia mudanya.

Saat Haye promosi ke tim utama AZ Alkmaar dan mulai jadi pilihan utama pada musim 2014, salah satu asisten pelatihnya adalah Alex Pastoor. 

"Saya pernah merasakan dilatih Landzaat dan Pastoor, dua asisten Kluivert di Timnas Indonesia sekarang," ungkap Haye di Kanal YouTube The Haye Way yang tayang Sabtu (11/01).

"Jika Anda melihat kolaborasi Kluivert dan staf (Pastoor-Landzaat), Anda bisa melihat mereka tim yang hebat," tambahnya.

Di sisi lain, Haye menilai kolaborasi tiga juru taktik anyar Tim Garuda itu akan saling melengkapi satu sama lain. "Tiga sosok pelatih yang saling melengkapi satu sama lain untuk bekerja sama dengan baik," nilai Haye.

"Sungguh gila memikirkan saya akan bekerja dengannya saat ini, dan ini terjadi seperti yang Anda bilang, sekitar 16 atau 17 tahun lalu (saat Haye masih belia)," tandasnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :