Kata Bung Towel usai Ketum PSSI Ingin Pelatih dengan Komunikasi yang Baik hingga Pertanyakan Cara ST

Kata Bung Towel usai Ketum PSSI Ingin Pelatih dengan Komunikasi yang Baik hingga Pertanyakan Cara ST

Potret pengamat sepak bola di Indonesia, Tommy Welly alias Bung Towel. (Instagram.com/@bungtowel8)

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memiliki pelatih baru untuk skuad Timnas Indonesia, Patrick Kluivert usai diperkenalkan di Jakarta, Ahad (12/01).

Dalam kesempatan itu, Kluivert mengungkap semua pemain Garuda dan staf kepelatihannya memiliki tujuan yang sama yakni lolos ke Piala Dunia 2026.

"Semua pemain dan tim pelatih memiliki tujuan yang sama yakni lolos ke Piala Dunia 2026," ujar Kluivert.

Juru taktik asal Belanda itu meminta para punggawa Garuda untuk bermain sebagai tim seraya tidak ingin membeda-bedakan antara pemain lokal maupun diaspora Indonesia.

"Pemain lokal atau diaspora harus tampil sebagai sebuah tim, dan pemain lokal sama pentingnya dengan pemain abroad di Timnas," tegas Kluivert.

Bagi yang belum tahu, Kluivert menjadi pelatih pengganti Garuda yang sebelumnya ditangani oleh juru taktik asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY).

Ketum PSSI: Kita Ingin Pelatih dengan Komunikasi yang Baik

Dalam jumpa pers pada Senin, 6 Januari 2025, Ketum PSSI Erick Thohir secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama pihaknya dengan STY karena ingin mencari sosok pemimpin dengan komunikasi yang baik dengan skuad Garuda.

Erick Thohir juga menyebut PSSI membutuhkan sosok pelatih yang mampu menerapkan strategi yang disepakati oleh para pemain Timnas Indonesia.

"Kita (PSSI) melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain," tutur Erick Thohir.

"Kita ingin juga (pelatih dengan) komunikasi yang lebih baik, dan implementasi program yang lebih baik untuk Timnas Indonesia," tegasnya.

Berkaca dari hal itu, pengamat sepak bola Tanah Air, Bung Towel menyoroti berbagai masalah yang terjadi antara PSSI dengan STY.

Bung Towel yang kerap melontarkan kritikan selama STY masih menjabat pada periode 2019-2025 itu mengaku mendapatkan bocoran terkait target sang pelatih asal Korsel itu gagal membawa Garuda lolos ke semifinal AFF 2024.

Pengamat sepak bola itu pun mengklarifikasi pernyataannya seraya mengaku dapat bocoran langsung dari PSSI. 

"Saya bisa bicara (tentang target STY di AFF 2024) karena saya mendengar bocoran," tutur Bung Towel dalam siniar YouTube Rakyat Bersuara yang tayang pada Selasa, 14 Januari 2025.

Lantas, apa saja hal-hal yang diungkap Bung Towel terkait target tinggi dari PSSI terhadap STY hingga akhirnya digantikan oleh Kluivert? Berikut ini ulasan selengkapnya:

Bung Towel: Target PSSI ke STY di AFF 2024 Sebenarnya Juara

Dalam kesempatan yang sama, Bung Towel menyebut sebenarnya PSSI menargetkan Timnas Indonesia di AFF 2024 sebagai juara.

Bung Towel pun menyebut, target tinggi PSSI untuk skuad asuhan STY itu pun perlahan mulai diturunkan hingga Erick Thohir mengklaim targetnya menjadi lolos ke semifinal.

"Buka-bukaan saja, artinya (Timnas Indonesia bersama Kluivert) punya target juara, hanya saja belakangan Ketum (Erick Thohir) bilangnya semifinal," terangnya. 

"Kalau dari sisi organisasi, toleransinya tinggi. Betul kan? Akhirnya Ketum PSSI bilangnya semifinal (AFF 2024)" tambah Bung Towel.

Di sisi lan, Bung Towel menilai target yang diberikan PSSI ke STY dalam ajang AFF 2024 seharusnya tidak perlu banyak diskusi berkepanjangan.

"Kalau saya menilai, Exco PSSI dan jajarannya tidak perlu banyak diskusi, karena target sebenarnya adalah juara," sebutnya.

Terkait hal itu, Bung Towel berseloroh tentang faktor-faktor lainnya yang membuat STY dipecat oleh PSSI.

Ada Insiden Ruang Ganti di Laga Kontra China

Bung Towel juga menyebut adanya insiden ruang ganti yang terjadi di laga Indonesia kontra China di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

"Pasca lawan Bahrain, Indonesia kontra China itu ada insiden ruang ganti antara pemain diaspora diskusi yang ingin diskusi strategi dengan STY," terangnya.

Pundit sepak bola Tanah Air itu mengklaim cerita insiden ruang ganti yang memanas, antara pemain Garuda dengan STY telah bocor dan telah diketahui olehnya.

"Cerita insiden ruang ganti yang panas ini akhirnya bocor, dan kita jadinya bisa menyambungkan benang merahnya," ucap Bung Towel.

Soal Kendala Komunikasi yang 'Pecah' di Era STY

Dalam kesempatan yang sama, Bung Towel menuturkan juru taktik berusia 54 tahun itu mengalami kendala komunikasi yang akhirnya pecah setelah laga Indonesia kontra Bahrain.

"Kemudian soal bahasa, komunikasi dan culture (budaya) yang menjadi kendala STY bersama Timnas," tuturnya.

Bung Towel memaparkan terkait teknis pertandingan saat pelatih memberi arahan, STY kesulitan untuk memberikan arahannya secara spontan.

"Di area teknikal pelatih saat pertandingan, kalau ingin spontan mengoreksi pemain, pertanyaan saya dia (STY) ingin berbicara dengan bahasa apa?" papar Bung Towel. 

"Kalau melihat komposisi terakhir, 9 naturalisasi 2 lokal, dia mau teriak dengan bahasa apa, ini yang dimaksud PSSI menjadi kendala komunikasi," terangnya.

Di samping itu, Bung Towel menilai situasi penambahan pemain diaspora atau naturalisasi dari PSSI yang kian banyak di skuad Garuda justru menjadi bumerang bagi STY.

"Ada situasi yang kemudian ketika semakin banyaknya pemain naturalisasi, kendala komunikasi ini memuncak ketika Indonesia pasca laga kontra Bahrain," tandasnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :