Soroti Kendala Komunikasi yang Ingar di Medsos!

Dilema Jeje: Eks Penerjemah STY di Skuad Garuda itu Kini Tinggalkan Indonesia

Dilema Jeje: Eks Penerjemah STY di Skuad Garuda itu Kini Tinggalkan Indonesia

Penerjemah eks pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan), Jeong Seok-seo alias Jeje (kiri). (Instagram.com/@jeongseokseo)

JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Jeong Seok-seo atau akrab disapa Jeje, baru-baru ini mengungkap kabar kepindahannya dari Indonesia ke Malaysia usai tidak lagi menjadi penerjemah eks pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY).

Dalam unggahan Instagram pribadinya, tampak Jeje membagikan video saat dirinya berada di Kuala Lumpur Malaysia. 

Jeje mengaku visa atau dokumen tinggal sementara bagi warga negara asing (WNA) yang dimilikinya telah habis usai berpisah dengan tim kepelatihan STY, Senin (06/01).

Penerjemah bagi skuad Timnas Indonesia era STY itu menyebut pemutusan kerja sama antara PSSI dengan STY secara mendadak dan tanpa persiapan terlebih dahulu.

"Visa habis karena diberhentikan secara mendadak tanpa persiapan jadi ke sini dulu," tutur Jeje dalam postingan Instagram pribadinya @jeongseokseo yang tayang pada Sabtu, (18/01).

Unggahan Instagram Story penerjemah STY, Jeong Seok-seo alias Jeje yang kini pergi dari Indonesia ke Malaysia. (Instagram.com/@jeongseokseo)

Berkaca dari hal itu, Jeje pernah mengungkap terkait pemecatan dari PSSI ke STY itu setelah tidak lagi menjadi interpreter sang pelatih di Timnas Indonesia.

Jeje: Sehari Sebelumnya Kita Tidak Tahu

Dalam kesempatan berbeda, Jeje sempat berbincang dengan pundit kenamaan Indonesia, Valentino Simanjuntak alias Bung Valen.

Jeje menyebut pengumuman pemberhentian kerja sama PSSI dengan STY itu juga berdampak bagi kariernya sebagai penerjemah skuad Garuda.

Perjalanan karier Jeje yang kerap menemani STY di dalam atau di luar lapangan selama hampir 5 tahun itu terhenti karena keputusan yang mendadak dari PSSI.

"Pokoknya sehari sebelum pengumuman itu kita benar-benar enggak tahu, kalau beneran terjadi itu (pemecatan STY)," tutur Jeje di Kanal YouTube Jebreeet TV yang tayang pada Jumat, 17 Januari 2025.

Di sisi lain, Jeje pun mengaku sedih dengan berbagai penilaian miring di media sosial (medsos) mengenai STY yang dipecat oleh PSSI.

Salah satunya, terkait kendala komunikasi STY yang selalu menggunakan bahasa Korea Selatan (Korsel) selama menjadi pelatih Timnas Indonesia periode 2019-2025.

Minta Penggemar Timnas Indonesia Move On

Masih dalam wawancaranya bersama Bung Valen, Jeje menyebut kerap menemukan berbagai desas-desus pemecatan STY oleh PSSI karena kendala komunikasi.

Baginya selaku interpreter bagi skuad Garuda di bawah kepemimpinan STY, Jeje menghargai untuk tidak mencampuri alasan PSSI yang mengakhiri kerja sama dengan STY.

"(Keputusan) ini sangat cepat sekali, tapi saya menghargai keputusan PSSI," tegas Jeje.

"Namun dari luar (medsos) kerap menyebut Coach Shin kurang dalam berbagai hal, ini sebenarnya yang membuat saya sedih," tambahnya.

Kemudian, Jeje pun meminta penggemar Timnas Indonesia untuk move on alias bergerak maju untuk menyambut pelatih baru untuk skuad Garuda, Patrick Kluivert.

"Menurut saya lebih baik hentikan semua perdebatan tentang STY, silakan move on, dukung Timnas Indonesia bersama pelatih baru," pungkasnya.

Selain itu, Jeje juga pernah mengklaim dirinya tidak pernah memperhalus tata bahasa yang disampaikan STY selama menjadi juru taktik Garuda.

Selalu Sampaikan Apa Adanya Instruksi STY

Dalam kesempatan berbeda, Jeje pernah menuturkan cara dirinya menyampaikan instruksi STY kepada para pemain Garuda menggunakan Bahasa Indonesia.

Jeje mengaku tidak pernah mengubah tata bahasa yang disampaikan STY yang menggunakan bahasa Korsel kepada para pemain Timnas Indonesia.

"Sama sekali tidak (memperhalus kata yang disampaikan STY) ke pemain, ini memang tidak boleh," terang Jeje saat masih menjadi penerjemah STY melalui YouTube Talkpod, pada 20 September 2024 lalu.

"Saya selalu sampaikan apa adanya, tidak pernah ditambah maupun dikurangi," lanjutnya.

Tidak Hanya Bahasa, Jeje Ikuti Emosi STY

Jeje mengaku selalu belajar cara menyampaikan instruksi STY ke para punggawa Garuda. Dalam kesempatan yang sama di YouTube Talkpod, Jeje bahkan mengaku pernah dimarahi STY karena kurang menyampaikan pesan berdasarkan ke skuad Timnas Indonesia. 

"Saya bahkan pernah dimarahi STY karena kurang sampaikan pesannya secara emosi," terang Jeje.

"Kalau dia kecewa saya harus ikut menyampaikan dengan nada kecewa, kalau marah juga demikian, saya jadi harus ikut marah walau tidak enak sebenarnya (ke pemain Timnas Indonesia)," tandasnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :