Terus Beroperasi Dari Siang Hingga Malam, Galian C Ilegal Milik GPG Kian Meresahkan Warga

Terus Beroperasi Dari Siang Hingga Malam, Galian C Ilegal Milik GPG Kian Meresahkan Warga

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Galian C tanpa mengantongi izin tetap saja beroperasi di desa Koto Cengar, kecamatan Kuantan Mudik kabupaten Kuantan Singingi.

Tidak hanya siang hari, aktivitas ilegal milik GPG tersebut juga terpantau beroperasi pada malam hari, ketika warga mau istirahat setelah capek seharian bekerja mengais rezeki.

Salah seorang warga, ED kepada ranahriau.com Senin (25/3/2024) mengaku terganggu dengan aktivitas Galian C milik GPG di desanya.

" Setiap hari, siang dan malam mereka beroperasi. Tidak sedikit mobil besar berlalu lalang, dan hiruk pikuk bunyi alat berat excavator menggali cadas. Kami jadi susah tidur," kata E dengan nada kesal.

Untuk itu, ED meminta agar aparat kepolisian dari Polres Kuansing dan jajaran untuk segera menghentikan, sekaligus menutup aktivitas galian C yang tidak berizin tersebut.

" Ya, kita minta kepada polisi agar galian C tersebut ditutup. Karena kami ingin tidur nyenyak dan beristirahat pada malam hari," pungkasnya.

Menanggapi keresahan warga, ketua Lembaga Dampak Lingkungan (LDL) Kuansing, Ujang Andi Nurwijaya mengatakan, perusahaan tambang galian C tersebut telah melanggar Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 tetang Minerba.

Pada pasal tersebut bisa menjerat pelaku penambangan tanpa izin resmi oleh badan usaha yang berbadan hukum ataupun perorangan.

" Sepanjang aktivitas penambangan itu tidak memiliki izin resmi, maka itu adalah tambang ilegal," tegas ketua LDL Kuansing, Ujang Andi Nurwijaya.

Andi menegaskan, dalam UU nomor 3 tahun 2020 pada pasal 160 juga telah diatur bahwa setiap orang yang mendapatkan IUP eksplorasi tetapi melakukan kegiatan operasi produksi bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun, dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah).

Selaku ketua LDL Kuansing, Andi sangat berharap agar Kapolres Kuansing memerintahkan jajarannya untuk menindak galian C milik GPG yang beroperasi tanpa izin di Desa Koto Cengar tersebut.

" ya, kita minta Polres Kuansing periksa dokumen perizinan usaha galian C milik GPG di Desa Koto Cengar. Nanti kita juga akan melayangkan laporan polisi ke Polda Riau dan WALHI," ujar Ujang Andi Nurwijaya menandaskan.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :