Diduga Proyek Keluarga, Warga tak puas Rehab Pelabuhan 3.4 M, Fauzi Hasan: itu Pertanyaan B*d*h

 Diduga Proyek Keluarga, Warga tak puas Rehab Pelabuhan 3.4 M, Fauzi Hasan: itu Pertanyaan B*d*h

Foto : Ist

MERANTI, RANAHRIAU.COM- Ketua Dewan Dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Fauzi Hasan jengkel dengan wartawan yang mempertanyakan ketidakpuasan warga karena Rehab Jembatan diduga proyek Keluarga, hal ini disampaikannya saat Peresmian rehab Pelabuhan di Kecamatan Rangsang, Tanjung Samak oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H AKBP Purn. Asmar pada kamis (18/01/2024)  

Anggaran yang digelontorkan sebesar 3.433.487.000 untuk perehapan pelabuhan menjadi soroton dikalangan masyarakat khususnya warga Tanjung Samak. Menurut mereka jika anggaran sebesar itu diperuntukan untuk perehapan belum cukup memuaskan. "Pelabuhan yang ada ditanjung samak kita lihat hanya depannya saja diganti tiang kalau yang belakang itu sudah lama berdiri. Hanya atap saja diganti, Jadi, rasa saya dengan anggaran segitu belum cukup memuaskan lagi", ungkapnya heran.

Masih dalam kata warga setempat, proyek tersebut mengaitkan pihak keluarga yang terlibat dalam realisasi pengerjaan. "Diduga proyek ini ada sangkut-paut dengan kekeluargaan, Sehingga masyarakat berpikir gini "pantas sajalah hasilnya seperti ini yang bekerja dalam tu keluarga dia semua."pungkasnya

Ketika awak media membahas keluhan masyarakat kepada Plt Bupati, Asmar menanggapi dengan mengarahkan persoalan tersebut kepada pihak terkait salah satunya Kejari Meranti, karena menurut asmar merekalah yang lebih tahu. "Baik, disini ada pak Kapolres, pak Kajari, Danramil, Danposal dan Forkopimda,  ya kalau masalah itukan nantinya akan didampingi oleh Kejari, lebih baiknya ditanyakan dengan pak kajari, jangan kita menuduh barang-barang yang tidak jelas. Alhamdulillah pelabuhan sudah terbangun kalau masalah prosesnya nanti tanyakan sama kejari, yang penting kami dari pemda pelabuhan sudah terbangun dengan baik", sebutnya.

Lebih lanjut kata Asmar, "kalau masalah efisien atau tidaknya tanyakan saja sama pak kajari karena penegak hukum pak kajari APH itu ada 2 ada kapolres adanya juga KPK, tanya aja nanti sama pak kajari. Ini pelabuhan alhamdulillah sudah didampingi pak kajari.

"terkait siapapun yang menjadi pemenang siapapun boleh, mau keluarganya mau bagaimana yang penting menang tender, kita ni kan ada ditenderkan, ndak bisa eh aku tunjuk kau, aku tunjuk kau ngak bisa. Sesuai tendernya. Perlu diketahui bahwa proyek ini juga jaman haji Adil saya hanya meneruskan saja", katanya.

Ditempat berbeda Ketua DPRD Meranti pada saat makan siang menyinggung pertanyaan awak media pada saat konfirmasi dengan bupati. Fauzi menegaskan agar lebih hati-hati terkait pertanyaan yang dilontarkan.

"Kenapa pertanyaan seperti itu tadi didepan pak bupati, untung kontraktornya tak ada ada kalau ada abis dah. mana orangnya suruh dia datang kekantor dimana dia sekarang."kesalnya.

Mau caleg dia ngga (tanya fauzi) nyuruh kasi pertanyaan seperti ini, ini pertanyaan bodoh."Sebut fauzi dengan nada tinggi.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :