WPFD 2017 Diharapkan Dapat Jadi Ajang Promosi Pariwisata Indonesia
JAKARTA, RanahRiau.com - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara berharap penyelenggaraan kegiatan peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 di Indonesia dapat menjadi sarana promosi pariwisata. Perwakilan insan pers dari lebih seratus negara diperkirakan akan berkumpul di Jakarta.
"Ini menurut saya harus kita manfaatkan bukan hanya sekadar menjadi tuan rumah yang baik tetapi bisa, 'mengeskplore', menjual sesuatu yang ada di industri pers kita dan tidak ada di di industri negara-negara lain. Dan tentunya implikasi positif lainnya yang secara tidak langsung seperti pariwisata. Eh ini ada 100 lebih negara hadir loh. Kita promosi pariwisata disitu dan ini pers, media mereka pasti memberitakan di negaranya," ujar Rudiantara seusai mengisi kegiatan seminar di salah satu rangkaian kegiatan HPN 2017, di Baileo Siwaluma, Karang Panjang Ambon, Maluku, Selasa (7/2/2017).
Ia pun menyampaikan persiapan sejauh ini telah dilakukan. Rudiantara mengaku kegiatan peringatan WPFD 2017 ini tinggal menunggu Kepres.
"Persiapannya kalo substansi lebih banyak oleh dewan pers, penyelenggaraan nanti oleh pemerintah, sekarang kita sedang tunggu Keppresnya. Tapi hal-hal yang dilakukan tanpa harus nunggu kepres sudah dilakukan seperti penyiapan, pengadaan berbagai macam lokasi, venue dan sebagainya. Kemudian untuk media center itu juga sudah bisa diproses, dimulai, bayarannya nanti nunggu kepres. Kepres kan ga terlalu lama," jelasnya.
Anggaran yang disiapkan untuk kegiatan ini lebih dari Rp 15 miliar. Biaya kegiatan ini masuk dalam APBN tahun anggaran 2017.
"Anggarannya masuk ke APBN, saya lupa. Di atas Rp 15 miliar," kata Rudiantara.
Ia pun memastikan pengamanan akan dilakukan secara baik dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semua pihak akan turut serta dalam menyukseskan WPFD 2017.
"Insya Allah harusnya tidak ada masalah. Karena kan di kepres ini melibatkan pihak keamanan ada, kepolisian, TNI dan sebagainya. Tuan rumah ini negara ko, pemerintah Indonesia bukan dewan pers. Jadi semuanya harus turun tangan untuk menyukseskan hal ini," imbuh Rudiantara.
(detik.com)


Komentar Via Facebook :