Polisi Prancis Sodomi Pemuda, Ratusan Warga Berdemo di Paris

Polisi Prancis Sodomi Pemuda, Ratusan Warga Berdemo di Paris

Ilustrasi (net)

Paris - Seorang pemuda berusia 22 tahun di Paris, Prancis disodomi polisi saat akan ditangkap, pekan lalu. Ratusan warga di pinggiran Paris pun turun ke jalanan untuk mengecam kebejatan polisi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/2/2017), pemuda yang diidentifikasi bernama Theo itu tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Dia dilaporkan mengalami luka anal parah yang membutuhkan operasi dan luka trauma di bagian kepala serta wajah.

Pada Minggu (5/2) waktu setempat, seorang polisi yang tidak disebut identitasnya dijerat dakwaan sodomi terhadap Theo. Sedangkan tiga polisi lainnya dijerat dakwaan penyerangan saat melakukan penangkapan terhadap Theo di Aulnay-sous-Bois, pada Kamis (2/2) waktu setempat. 

Dokter menyebut, luka-luka yang diderita Theo tergolong parah sehingga dia dinyatakan tidak boleh bekerja untuk 60 hari ke depan. Berbicara kepada televisi lokal, BFM, Theo menceritakan bagaimana dirinya diperintahkan berdiri menghadap tembok oleh polisi, sebelum sodomi terjadi. Theo menyebut, dirinya disodomi dengan tongkat polisi. 

"Saya melihatnya (polisi) dengan tongkatnya. Dia memasukkannya ke bokong saya dengan sengaja. Saya jatuh telungkup, saya tidak punya tenaga lagi," tutur Theo soal peristiwa tragis yang dialaminya. 

Polisi Prancis Sodomi Pemuda, Ratusan Warga Berdemo di ParisFoto: AFP Photo/FRANCOIS GUILLOT

Usai disodomi, pemuda kulit hitam ini juga menyebut dirinya menjadi korban kekerasan rasis di dalam mobil polisi. Para polisi membantah seluruh tudingan itu dan menyebut mereka sedang memburu para pengedar narkoba saat itu. 

Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Le Roux, menyatakan bahwa empat polisi telah dinonaktifkan selama penyelidikan berlangsung. Dia menegaskan, seluruh polisi harus selalu mematuhi kode etik.

Marah atas perlakuan polisi terhadap Theo, ratusan warga berdemo di jalanan Aulnay-sous-Bois pada Senin (6/2) waktu setempat. Beberapa dari mereka membawa poster bertuliskan 'Keadilan untuk Theo'. Ada juga yang menulis 'Polisi, pemerkosa' di dinding setempat.

"Dia ada pada waktu yang salah dan datanglah beberapa bajingan ini," ucap saudara ipar Theo, Johann, kepada televisi BFM.

Saudara perempuan Theo, Aurelie, menyerukan agar publik tetap tenang namun menegaskan keadilan harus ditegakkan. "Saudara saya orang yang sangat baik, senang membantu. Dia bekerja dengan banyak kaum muda, dia selalu menyatukan orang-orang," tuturnya.



(detik.com)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :