Pengurus Jalur Tuah Keramat Bukit Embun Sampaikan Hal Sebenarnya Terkait Costum Pelangi

Pengurus Jalur Tuah Keramat Bukit Embun Sampaikan Hal Sebenarnya Terkait Costum Pelangi

Jalur Tuah Keramat Bukit Embun dari Inhu berkostum Pelangi

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Pengurus Jalur Tuah Keramat Bukit Embun dari desa Gumanti, kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu, Pindo Candra menyampaikan hal sebenarnya mengenai costum berwarna pelangi yang dipakai oleh atlet pacuan.

Menurut Pindo, costum berwarna pelangi tersebut merupakan pilihan atlet beserta pengurus jalur berdasarkan hasil kesepakatan bersama, tidak ada maksud untuk mengkaitkan dengan warna bendera kebanggan LGBT.

" Warna tersebut dipilih berdasarkan hasil kesepakatan bersama atlet dan pengurus Jalur Bukit Embun. Tidak ada kaitannya dengan warna kebanggan LGBT seperti dugaan yang disampaikan narasumber ," kata Pengurus Jalur Tuah Keramat Bukit Embun, Pindo Candra.

Kepada media ini Pindo meminta, untuk meluruskan berita yang telah dimuat, sebab, ia tidak ingin ada prasangka lain terhadap jalur Tuah Keramat Bukit Embun.

" Kita ingin budaya Pacu Jalur tradisional ini terus berkembang dan dijaga kelestariannya, karena ini merupakan wadah untuk menjalin tali silaturahmi antara masyarakat Indragiri Hulu, dengan masyarakat Kuansing," kata Pindo Candra menjelaskan.

" Jadi, saya tegaskan, costum itu merupakan pilihan bersama Atlet bersama pengurus Jalur. Tidak ada unsur-unsur lain," ucap Pindo Candra.

Pindo mengaku pemakaian warna yang menyerupai warna bendera LGBT ini hanyalah disebabkan ketidak tahuan kami, yang dicetak adalah warna yang menjadi bendera LGBT.

" Jika panitia mempermasalahkan warna costum kami, coba tengok warna tangga batu di tepian Lubuk Sobae itu warna pelangi tuh. Tolong sampaikan ke panitia," tutup Pindo Candra mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Salah seorang masyarakat Kuansing, Rovi mengaku terkejut saat menyaksikan live streaming pacu jalur, dan melihat hilir ke 44 ada atlet jalur yang menggunakan costum berwarna pelangi yang merupakan warna kebanggaan LGBT.

Rovi sontak mengirim sejumlah foto hasil screenshot dari live streaming pacu jalur di Tepian Lubuk Sobae Baserah, itu. Melalui telfon WhatsApp Rovi menghubungi awak media dan meminta awak media untuk mengamati, cari di google identiknya warna pelangi itu apa.

" Coba perhatikan baik-baik, dan coba buka google, dan sesuaikan warnanya. Mirip gak dengan warna LGBT. Kita minta pengurus jalur mereka untuk memberikan klarifikasi. Kepada panitia, tolong diperhatikan betul yang aneh-aneh seperti itu, sebab kita harus sama-sama menjaga nilai-nilai budaya daerah kita ," pintanya.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :