Profesor Jimly Asshiddiqie pimpin prosesi Pengukuhan Lemtari Provinsi Riau di Grand Central Hotel

Profesor Jimly Asshiddiqie pimpin prosesi Pengukuhan Lemtari Provinsi Riau di Grand Central Hotel

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (LEMTARI) Provinsi Riau gelar Pengukuhan yang diselenggarakan di Ballroom Brand Central Hotel Pekanbaru, Sabtu (03/09/2022).

Dalam Prosesi ini Dewan Pengurus Lemtari Riau yang dinakhodai oleh H. Sapaat, SE MBA yang bergelar Datuk Laksemana Mudo ini  turut dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari pejabat Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru diantaranya Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Dt. Yoserizal, Ketua DPP Lemtari Suhaili Husein Datuk Mudo, Kapolda Riau yang diwakili oleh Kadivhumas Sunarto, Danrem Wirabima 031, Kajati Riau, Kepala Pengadilan Negeri Kota Pekanbaru, Pemerintah Kabupaten Kampar, FKPMR dan beberapa undangan lain yang berasal dari berbagai komunitas dan paguyuban yang ada di Kota Pekanbaru. 

Selain   juga turut hadir Dewan Penasehat DPP Lemtari Prof. DR. Jimly As Shiddiqi yang secara daring melantik sekaligus memberikan pembekalan kepada  seluruh kepengurusan Lemtari Provinsi Riau. Dalam materinya Jimly mengajak kepada seluruh pengurus Lemtari yang telah dilantik dan dikukuhkan agar memberikan 
perhatian khusus untuk menjaga eksistensi hukum adat dan masyarakat Adat.

Ketua pelaksana M. Rifki Fahlevi SE dalam kata sambutannya mengatakan prosesi pengukuhan ini sudah lama direncanakan, namun ada beberapa kendala sehingga baru bisa direalisasikan dalam Bulan September ini, "Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada seluruh usaha dan kerja keras panitia dalam menyukseskan acara pada hari ini, Permohonan maaf juga dengan setulus hati kami sampaikan kepada seluruh undangan jika terdapat kekuramgan dan kesalahan dalam prosesi pengukuhan pada hari ini," ujarnya.

Ketua Lemtari Riau, H. Sapaat SE, MBA Datuk Laksamana Mudo dalam kata sambutannya menyampaikan ada dalam kepengurusan kali ini terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh adat dari berbagai suku etnis dan agama yang ada di provinsi Riau, "Dengan mengangkat Tagline Perekat NKRI, diharapkan Lemtari yang terdiri dari berbagai elemen dapat memperkuat komposisi masyarakat dan perekat kebangsaan," ujarnya. 

Sapaat Datuk Laksemana Mudo juga menyampaikan sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Prof Jimly Asshiddiqie dalam materi pembekalannya akan menjadi acuan dalam penyusunan program kerja, "Apa yang sudah disampaikan dan kita dengar secara bersama sudah kita catat dan akan kita jabarkan dalam bentuk program kerja dalam melindungi dan menjaga hak-hak masyarakat  Adat khususnya di Provinsi Riau," tegasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lemtari, Suhaili Husein Datuk Mudo dalam kata sambutannya mengatakan keberadaan Lemtari ini dalam rangka untuk  mempersatukan seluruh suku dan masiyarakat adat yang ada di seluruh Indonesia, selain itu juga Lemtari diakui sebagai  satu-satunya lembaga adat pertama yang ada ditingkat pusat. "Dengan keberadaan Lemtari di 27 provinsi, dan 153 kabupaten kota se Indonesia,  untuk kedepan sudah kita agendakan pengukuhan pengurus Lemtari di Nusa Tenggara Timur ," ujarnya.

Oleh karena itu Suhaili Husein Datuk Mudo mengatakan Lemtari ini akan menjadikan aturan adat itu menjadi tuan di negeri sendiri sebagai bangsa Indonesia dan sebagai orang beradat, "Akan tetapi disaat sekarang orang susah membedakan mana yang adat dan mana yang disebut dengan budaya, kalau kita utamakan adat budaya pasti akan mengikuti, Kika adat ditinggal maka akan kiamatlah negara dan segala isinya, semakin budaya kita tampilkan di negeri ini maka semakin besar pula budaya yang akan masuk di Indonesia" paparnya.

Oleh karena itu lebih lanjut Suhaili Husein Datuk Mudo mengatakan dengan kerjasama antar seluruh paguyububan dan komunitas adat akan mencetuskan peraturan adat daerah sebagai instrumen untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat, aturan hukum adat, hukum agama dan hukum pemerintah, Lemtari itu bergerak untuk memfungsikan hukum adatnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Datuk Yoserizal menyampaikan Peran serta pemerintah dalam menjaga dan melindungi identitas adat yang ada di provinsi Riau, "Dengan keberadaan Lemtari ini diharapakan menjadi mitra strategis pemerintah dalam bidang pelestarian kebudayaan terutama eksistensi masyarakat adat yang ada di Tanah Melayu," ujarnya.


 

Editor : Abdul
Sumber : Lemtari
Komentar Via Facebook :