Dijadwalkan Pengukuhan Sabtu esok, Lemtari Riau siap jadi kontrol sosial dan perekat Kebangsaan

Dijadwalkan Pengukuhan Sabtu esok, Lemtari Riau siap jadi kontrol sosial dan perekat Kebangsaan

. H. Sapaat Datuk Laksamano Mudo. SE. MBA bersama Ketua Umum DPP LEMTARI Suhaili Husein Datuk Bandaro Mudo

PEKANBARU, RANAHRIAU. COM- Pengukuhan dan pelantikan pengurus DPW Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia (Lemtari) Propinsi Riau dijadwalkan akan dilaksanakan sabtu esok (3/9/2022) bertempat di Grand Central Hotel Pekanbaru, hal  ini disampaikan oleh DPW Lemtari Riau, H. Sapaat Datuk Laksamana Mudo, SE, MBA, kepada media ranahriau.com, Kamis (01/8/22).

Kepada wartawan H. Sapaat mengatakan acara Pengukuhan dan pelantikan ini, akan dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP Lemtari, Suhaili Husein Datuk Mudo dan juga dihadiri oleh Ketua Dewan Penasehat DPP Lemtari, Prof. DR. Jimly Asshadhiqqi, Wakil Gubernur Riau, Brigjen TNI (Purn) H. Edy Afrizal Natar Nasution yang juga sekaligus Ketua Dewan Penasehat DPW Lemtari Riau. "Insya Allah Pengukuhan dan pelantikan pengurus DPW Lemtari Riau akan dilaksanakan pada sabtu besok (3/9/22) di Grand Central Hotel. Dan persiapan acara tersebut telah 90 % dilaksanakan, mohon doa dan dukungannya,'' ujarnya.

Dalam prosesi pelantikan kepengurusan yang digelar pada hari sabtu besok, H. Sapaat berharap LEMTARI Provinsi Riau dapat berkiprah di masyarakat sebagai kontrol sosial dan perekat NKRI. ''Setelah prosesi pengukuhan nanti kita akan segera mengadakan Rapat Kerja untuk merancang program. Program ke depan diharapkan berkiprah dalam masyarakat dan menjadi kontrol sosial dan menyampaikan keberadaan Lemtari kepada masyarakat Riau termasuk menjadi Perekat NKRI karena di dalam LEMTARI Riau bergabung Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dari berbagai suku dan agama, sebagai kontrol sosial di masyarakat, kami ingin menyampaikan keberadaan Lemtari ini sebagai upaya untuk mengangkat batang terendam sehingga diharapkan akan lahir peraturan pemerintah yang berbicara tentang desa adat dan sebagai pilot project nasional desa adat di Riau,'' paparnya.

Ketua Umum DPP Lemtari, Suhaili Husein Datuk Mudo menyampaikan selamat atas pengukuhan dan pelantikan pengurus DPW Lemtari Riau, Ia berharap dengan pelantikan ini dapat menyampaikan dan sekaligus mensosialisasikan keberadaan Lemtari di tengah-tengah masyarakat Riau, ''semoga aturan adat bisa berfungsi kembali dalam segala bidang kehidupan masyarakat kita sesuai adat istiadat setempat, khususnya di Riau, Hukum Adat sebagai hukum pertama yang berlaku di dalam kehidupan manusia kini sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Sementara Hukum Agama dan Hukum Negara hingga kini dijalankan dengan baik. Saat ini kenyataannya, hukum adat sudah sedikit daerah yang menjalankannya, bahkan di Sumatera, 10 provinsinya sudah ada Lembaga Adat. hanya saja yang dijalankan hampir 90 persen yakni budaya belum adatnya. Nah, adat itu adalah aturan hukum, untuk itu kita perlu dan bisa buat hukum adat, Dengan begitu keberadaan hukum adat ditengah kondisi sekarang bisa digunakan untuk melakukan  filter budaya luar yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan istiadat untuk masuk di negeri kita,"ungkapnya.

Suhaili Husein Datuk Mudo yang juga pernah menjabat sebagai  Ketua Lembaga Adat Tapung ini mengatakan sampai saat ini LEMTARI sejak dari berdiri tanggal 06 Januari 2015 hingga saat ini sudah memiliki kepengurusan di 27 Propinsi dan 153 Kabupaten/Kota. ''Untuk saat ini Lemtari akan fokus terhadap 3 program kerja diantaranya ; Pembentukan desa Adat berdasarkan Undang-undang  No 06 Tahun 2014, Pembentukan tim registrasi perlindungan masyarakat hukum adat di kabupaten, Serta Penerbitan Peraturan bupati tentang pembentukan lembaga adat desa yang disupport dengan dana pembinaan adat,''sebutnya.

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :