Gabungan massa KAMMI dan IMM gelar aksi didepan DPRD Riau
Berangkat dari keresahan yang timbul akibat rencana pemerintah terkait kenaikan harga BBM bersubsidi sebagaimana disampaikan oleh Menko Marinves, Luhut Binsar Panjaitan. Menkeu, Sri Mulyani turut menyatakan bahwa jika BBM tidak dinaikkan APBN tahun depan akan terbebani. Diperkuat pula oleh Presiden RI, Joko Widodo yang turut menyatakan bahwa APBN sudah terlalu terbebani, menyentuh angka 502 Triliun.
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Wilayah Riau menggelar aksi masa didepan gedung DPRD Provinsi Riau, Jumat (02/09/2022).
Masa aksi berangkat dari Rumah Negarawan KAMMI, kemudian menyusul masa aksi IMM lalu bertolak menuju gedung wakil rakyat Riau.
Aksi dimulai dengan aksi teatrikal mendorong motor dari depan RS. Awal Bros sampai ke depan gerbang gedung DPRD Provinsi Riau sebagai simbolik hal yang akan terjadi jika kenaikan harga BBM bersubsisi terealisasi.
Setelah gelar Sholat Ashr berjamaah, massa kembali merapatkan barisan dan menyampaikan orasi-orasi terkait penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Febriansyah, koordinator lapangan aksi menyampaikan subsidi merupakan hal wajib yang harus di laksanakan oleh pemerintah RI, ''Sesuai pasal 33 ayat 3 UUD 1945, Kita menanti sikap pemerintah apakah membatalkan kenaikan harga BBM bersubsidi dengan menunda Proyek Strategis Nasional ataukah tetap menaikkan harga BBM bersubsidi, di saat itulah akan tampak bahwa pemerintahan Presiden jokowi - makruf pelayan terhadap rakyat atau pelayan segelintir orang," ujarnya.
Ali Topan Wijaksono, koordinator simpul IMM yang juga hadir pada saat itu mengatakan "Hadirnya kami disini karena adanya ketimpangan yang ada di negeri ini, kami menyuarakan suara hati rakyat Indonesia dan rakyat Riau khususnya," tegasnya.
Orasi juga disampaikan oleh Arif Nanda Kusuma, Ketua Umum KAMMI Daerah Pekanbaru yang menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah Republik Indonesia " Masyarakat Indonesia dan sedang berjibaku bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Bulan Agustus merupakan bulan kemerdekaan Indonesia, seharusnya ada gebrakan baru dari pemerintah untuk menyejahterakan rakyatnya, namun yang dirasakan oleh rakyat justru sebaliknya. Bagaimana tidak, wacana penghapusan subsidi BBM menjadi kado pahit bagi rakyat Indonesia" tegas Arif.
Irfan, Sekretaris umum IMM Cabang Kampar juga turut menegaskan bahwa kenaikan harga BBM akan mengakibatkan kenaikan bahan-bahan pokok, hal ini tentu akan semakin menyengsarakan rakyat.
Imawan Khairul, sekretaris umum IMM Cabang Pekanbaru turut menegaskan bahwa aksi kali ini ditunggangi. Ya ditunggangi oleh hati nurani dan kepentingan rakyat. Imawan juga menyerukan sumpah Mahasiswa Indonesia yang diikuti oleh seluruh masa aksi.
Ketua umum KAMMI Daerah Lancang Kuning, Muhammad Zuhri juga menegaskan dan menyerukan kepada seluruh masa aksi untuk memanggil seluruh anggota DPRD yang terdiri dari lebih kurang 65 orang yang telah dipilih oleh rakyat Riau untuk dapat hadir di forum aksi masa ini.
Zuhri juga megajak masa aksi untuk memanggil seluruh anggota DPRD dengan menyerukan "Wahai wakil rakyat. Wahai para penghianat rakyat. Hari ini wajahmu kami tandai. Hari ini warnamu kami tandai"
Hingga berakhirnya orasi dari Zuhri, belum ada seorangpun anggota DPRD Riau yang hadir menemui masa aksi.
Perwakilan perempuan KAMMI, Suci Widas Wara menyampaikan puisi yang berjudul 'Soekarno Bangkit dari Kubur', puisi tersebut berisi tentang ilustrasi kesedihan bung Karno akibat negerinya yang kaya namun sengsara.
Orasi juga turut disampaikan oleh perwakilan perempuan IMM Riau, Hanifah menyampaikan kekecewaan kepada wakil rakyat Riau yang tidak memihak kepada rakyat. "Adanya wacana kenaikan BBM, DPR diam saja. Padahal rakyatnya menjerit" tegas Hanifa.
Pada pukul 16.43 WIB hadir Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Robin P Hutagalung.
Tepat pada momen tersebut, Wahyu Andrie Septyo, Ketua Umum KAMMI Wilayah Riau menyampaikan orasinya "Provinsi Riau memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Provinsi Riau adalah penyumbang minyak terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Diatas minyak, dibawah minyak, namun kesengsaraan menyelimuti rakyatnya"
"Revolusi mental yang disampaikan oleh pemerintah berhasil. Berhasil merusak mental rakyat" pungkas Wahyu.
Nofra Khairon, Ketua Umum IMM Riau juga turut menyampaikan "Kami bukan keterwakilan kampus-kampus, kami hadir disini bersama-sama mewakili seluruh rakyat yang resah dengan wacana kenaikan harga BBM bersubsidi.
Wahyu dan Nofra lalu menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan :
1. Menolak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi
2. Mendesak pemerintah kendalikan harga bahan-bahan pokok
3. Mendesak pemerintah tunda Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat dan alihkan anggaran untuk subsidi BBM
4. Mendesak pemerintah RI dan Pertamina untuk menjamin stok Solar dan Pertalite di Riau hingga akhir tahun
5. Mendesak Pemerintah untuk mempertimbangkan Program bantalan melalui BLT BBM bersubsidi karena tidak sebanding Inflasi yang akan timbul dari kenaikan harga BBM bersubsidi
6. Mendesak pemerintah RI dan Pertamina untuk membuat regulasi serta pengawasan yang jelas
terhadap pendistribusian BBM bersubsudi
Keenam tuntutan tersebut disampaikan dan diserahkan kepada Robin P Hutagalung, selaku ketua komisi V yang hadir menemui masa aksi.
Robin menyampaikan bahwa tuntutan yang disampaikan oleh KAMMI Riau dan IMM Riau diterima dan akan diteruskan ke pimpinan.
Febriansyah menegaskan "Jika wacana kenaikan BBM bersubsidi tersebut tetap terealisasi, maka kami yang hadir hari ini akan kembali turun ke jalan bahkan dengan jumlah yang lebih banyak"
Aksi berakhir dengan damai, masa aksi berangsur kembali pada pukul 17.08 WIB.


Komentar Via Facebook :