Bank Plat merah kok ugal-ugalan, tokoh ini sampaikan saran ke Pemprov

Bank Plat merah kok ugal-ugalan, tokoh ini sampaikan saran ke Pemprov

PEKANBARU,RANAHRIAU.COM-HMI Cabang Kota Pekanbaru desak Gubernur Riau untuk segera tuntaskan kondisi di BRK yang terkesan Ugal-ugalan, hal ini disampaikan oleh Heri Ketua Umum HMI Cabang Kota Pekanbaru kepada wartawan ranahriau.com dalam pesan whatsappnya, Rabu (21/07/2021).

“Kami dari telah melakukan kajian 5 tahun terakhir tentang kondisi BRK.  Dari hasil kajian tersebut, kami menyimpulkan korupsi dan pencurian dana nasabah yang terjadi 5 tahun belakangan itu akibat SDM BRK ugal-ugalan”, ujarnya.

Lebih lanjut Heri menyampaikan, Kejahatan perbankan itu sangat sulit hilang , “Namun, persoalannya tidak adanya komitmen yang kami lihat dari para petinggi  BRK untuk meletakan orang-orang yang berkompeten dibidangnya dan ditambah lagi orang-orang yang di letakkan pada posisi strategis mempunyai track record buruk dalam menjalankan tugas, Ini lah yg menyebabkan brk itu kehilangan trust nasabahnya”, tegasnya.

HMI minta gubernur untuk melakukan RUPS LB untuk mengintervensi BRK supaya APBD dan uang nasabah yang di kelola oleh BRK harus  benar-benar  terjamin di tangan orang-orang yang tepat. “Namun sepertinya sangat sulit karena gubernur pun pernah terjebak meletakkan seorang pimpinan BRK tetapi juga punya track record buruk yg saat ini sedang mendekam dalam tahanan”, imbuhnya.

Elviriadi Selaku tokoh masyarakat Riau juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi yang terjadi pada BRK saat ini, dalam telepon selularnya kepada wartawan, Elviriadi merasa jengah dengan sikap Pemerintah yang terkesan abai dalam menangani kemelut di BRK,  lebih lanjut pria yang akrab dipanggil dengan Elv ini memberikan beberapa saran dan masukan kepada Pemerintah Provinsi. “Saya minta Pemprov memberikan KPI (Key Performance Indikators) terhadap kinerja BRK. Kedua, mantan pejabat yang tak sesuai kompetensi jangan diletakkan dijajaran komisaris, Makan gaji buto namanya”, ujarnya.

Elv juga menyarankan Pemprov untuh memilih komisaris dari orang-orang yang punya pengalaman perbankan, “Pilih komisaris orang-orang yang punya pengalaman perbankan, setidaknya bidang ekonomi sehingga bisa menyumbangkan fikiran bagi kemajuan dan meraup keuntungan.

Dia meminta agar BRK juga jangan diintervensi oleh pemegang sahamnya. Mengenai kasus penggelapan dana Nasabah yang dilakukan oleh salah seorang karyawan, agar diberhentikan saja, “berhentikan pegawai yg terlibat penggelapan anggaran, Harus dibentuk tim independen pencari fakta serta diusut tuntas sampai ke akar akarnya, cari aktor intelektualnya, jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan merugikan keuangan daerah, karena disubsidi terus melalui kepala daerah”, tegasnya.

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :